PAD DKP Sumbawa Tembus Rp116 Juta, Potensi Retribusi Perikanan Terus Digenjot
Sumbawa Besar (NTBSatu) – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Sumbawa mencatat, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi perikanan mencapai sekitar Rp116,6 juta selama Januari hingga April 2026.
Capaian tersebut setara 25,15 persen dari target PAD DKP 2026 sebesar Rp463,6 juta. Pemerintah daerah pun optimistis, realisasi penerimaan akan terus meningkat hingga akhir tahun melalui optimalisasi berbagai potensi sektor perikanan.
Kepala DKP Kabupaten Sumbawa, Rahmat Hidayat mengatakan, capaian PAD sementara berasal dari sejumlah sumber retribusi yang pihaknya kelola.
“Alhamdulillah hingga akhir April 2026 realisasi PAD telah mencapai sekitar Rp116,6 juta. Atau sekitar 25 persen dari target tahun ini,” ujar Rahmat kepada NTBSatu, Senin, 11 Mei 2026.
Menurut Rahmat, penerimaan tersebut berasal dari berbagai sektor usaha perikanan. Di antaranya, retribusi jasa usaha di BBIP Meno, Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tanjung Pengamas dan Labuan Bua, hingga penjualan produksi Balai Benih Ikan (BBI) Rhee.
“Potensi penerimaan terbesar sementara masih berasal dari jasa usaha perikanan dan penjualan produksi hasil usaha daerah,” jelasnya.
Sejumlah Potensi PAD Belum Maksimal
Meski demikian, Rahmat mengakui, masih ada sejumlah potensi PAD yang belum maksimal. Salah satunya dari penyewaan fasilitas cold storage milik pemerintah daerah.
“Untuk retribusi penyewaan cold storage sejauh ini memang belum ada yang menyewa. Meskipun sudah ada beberapa pelaku usaha yang melakukan survei,” katanya.
Ia menjelaskan, tingginya tarif sewa menjadi salah satu kendala minimnya minat pelaku usaha memanfaatkan fasilitas tersebut. “Harga sewa yang ditetapkan mencapai sekitar Rp65 juta per tahun. Sehingga dalam waktu dekat, kami akan mengusulkan revisi agar lebih realistis dan menarik bagi pelaku usaha,” ungkapnya.
Rahmat optimistis, target PAD DKP Sumbawa tetap dapat tercapai hingga akhir tahun dengan menggenjot sejumlah potensi penerimaan lain di sektor kelautan dan perikanan.
“Kami masih memiliki peluang besar meningkatkan realisasi PAD melalui penjualan ikan konsumsi, retribusi TPI, penjualan benih ikan, dan optimalisasi aset daerah lainnya,” tegasnya.
Ia menambahkan, DKP Kabupaten Sumbawa akan terus melakukan evaluasi dan pembenahan pengelolaan potensi perikanan agar mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap pendapatan daerah.
“Kami akan terus berupaya mengoptimalkan seluruh potensi yang ada demi mendukung peningkatan PAD Kabupaten Sumbawa,” tambahnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi, kepada seluruh pihak yang selama ini turut mendukung penguatan sektor kelautan dan perikanan di Sumbawa.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam menunjang peningkatan PAD daerah melalui sektor perikanan,” tutupnya.
DKP Kabupaten Sumbawa kini terus mendorong penguatan pengelolaan aset dan sektor usaha perikanan, sebagai langkah meningkatkan kontribusi sektor kelautan terhadap pendapatan daerah dan perekonomian masyarakat pesisir. (Marwah)




