Pemerintahan

Prabowo Bantah Isu Sering Pergi ke Luar Negeri: Untuk Amankan Minyak

Jakarta (NTBSatu) – Presiden Indonesia, Prabowo Subianto membantah tudingan yang menyebutnya kerap melakukan perjalanan luar negeri untuk kepentingan pribadi dengan memanfaatkan fasilitas negara. Ia menegaskan, kunjungan ke berbagai negara tersebut dalam rangka mengamankan kebutuhan minyak nasional.

Pernyataan tersebut Prabowo sampaikan dalam taklimat di hadapan jajaran menteri serta pejabat Kementerian/Lembaga di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu, 8 April 2026.

IKLAN

“Dibilang Prabowo jalan-jalan ke luar negeri, senang jalan-jalan ke luar negeri. Saudara-saudara, untuk amankan minyak ya gue (saya, red) harus ke mana-mana,” ujar Prabowo di hadapan anggota Kabinet Merah Putih, mengutip siaran langsung akun YouTube Sekretariat Presiden.

Prabowo mengungkapkan, dalam sepekan terakhir ia telah melakukan kunjungan kerja ke Jepang dan Korea Selatan. Menurutnya, lawatan tersebut berhasil mencapai tujuan diplomasi yang Pemerintah Indonesia harapkan, khususnya terkait kepentingan energi nasional.

Prabowo juga menyampaikan akan kembali melakukan perjalanan luar negeri dalam waktu dekat demi kepentingan bangsa. “Nih aku mau berangkat lagi nih ke sebuah negara, nanti begitu aku berangkat kau tahu ke mana,” katanya.

Tidak Ada Waktu Libur

Dalam kesempatan itu, Prabowo menegaskan, jabatan presiden bukanlah pekerjaan yang ringan. Ia mengaku, tidak lagi memiliki waktu libur sejak menjabat sebagai kepala negara.

Selain itu, ia menyinggung berbagai kritik kepada pemerintah. Prabowo mengibaratkan kritik tersebut sebagai bagian dari dinamika gotong royong dalam masyarakat.

“Kalau kita dihujat, anggaplah itu sebagai peringatan supaya kita waspada. ‘Prabowo bodoh’, saya waspada, kalau saya bodoh artinya saya kumpulin orang pintar bantu saya,” ujarnya.

Prabowo juga menanggapi anggapan ia sebagai sosok yang keras kepala. Menurutnya, sikap tersebut dalam kondisi tertentu justru perlu, terutama dalam menghadapi tantangan global.

Prabowo kemudian menyinggung situasi geopolitik di Timur Tengah, termasuk konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Ia menilai keteguhan menjadi faktor penting dalam mempertahankan kedaulatan negara, meskipun tidak mencampuri urusan politik dalam negeri negara lain.

Lebih lanjut, Prabowo mengaitkan sikap tersebut dengan semangat para pendiri bangsa Indonesia yang memilih berjuang keras melawan penjajahan. “Dulu pendiri bangsa kita keras kepala, lebih baik mati daripada dijajah kembali. Merah Putih harga mati, enggak ada itu urusan,” tegasnya. (*)

Alan Ananami

Jurnalis NTBSatu

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button