Kota Mataram

Trotoar Cantik vs Jalan Berlubang, DPRD Kota Mataram Ingatkan Skala Prioritas

Mataram (NTBSatu)DPRD Kota Mataram mengingatkan Pemkot agar tidak salah menentukan prioritas.

Saat penataan estetika wilayah terus berjalan, masyarakat masih banyak yang mengeluhkan persoalan jalan berlubang pada beberapa titik kota.

IKLAN

Anggota Komisi III DPRD Kota Mataram, Ismul Hidayat, menyampaikan perbaikan jalan harus menjadi fokus utama karena menyangkut keselamatan masyarakat.

“Pemkot sebaiknya fokus dulu menangani jalan yang berlubang. Tahan dulu penataan taman dan pengecatan trotoar, utamakan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan,” tegas Ismul, Minggu, 5 April 2026.

Ia menyebut, kerusakan jalan masih muncul di sejumlah titik. Salah satunya di Jalan Raden Mas Panji Anom, Mataram Barat, tepat di sekitar RSUD Provinsi NTB.

Warga melaporkan adanya lubang galian di badan jalan dengan kondisi penerangan yang minim. Situasi ini sempat memicu kecelakaan. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian itu menjadi peringatan serius.

“Jangan tunggu korban baru diperbaiki. Dinas harus proaktif, bisa tanya lurah mana saja titik yang butuh penanganan cepat,” ujarnya.

Ismul mendorong dinas terkait untuk turun langsung mendata kerusakan jalan dengan melibatkan lurah. Menurutnya, lurah paling paham kondisi lapangan.

Ia juga menegaskan, jalan merupakan kebutuhan dasar yang tidak bisa ditunda.

“Infrastruktur itu urusan wajib, terutama jalan. Ini menyangkut aktivitas masyarakat setiap hari kan, bukan cuma petantang-petenteng tampilan kota,” katanya.

Fokus Penataan Kota

Di sisi lain, Dinas PUPR Kota Mataram terus menjalankan program penataan kota. Fokusnya mencakup Jalan Langko, Jalan Airlangga, hingga kawasan eks Bandara Selaparang.

Kepala Dinas PUPR Kota Mataram, Lale Widiahning, mengatakan penataan trotoar di depan eks Bandara akan menggabungkan fungsi dan estetika.

“Karena trotoarnya lebar, kita buat planter box seperti taman. Jadi tidak hanya trotoar, tapi juga ruang yang lebih nyaman untuk pejalan kaki,” jelasnya.

Ia menambahkan, pihaknya akan menggunakan paving block tiga dimensi agar tampilan kawasan lebih rapi dan modern. Proyek sepanjang sekitar 500 meter itu menelan anggaran sekitar Rp400 juta.

Selain itu, PUPR juga mengecat ulang marka jalan dan trotoar di sepanjang Jalan Langko hingga Jalan Erlangga dengan sistem swakelola.

Meski penataan kota terus berjalan, DPRD mengingatkan agar Pemkot tetap mendahulukan kebutuhan yang paling mendesak. (*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button