Kota Mataram

Anggarkan Rp400 Juta, Dinas PUPR Mataram Sulap Trotoar Eks Bandara Selaparang Jadi Taman Pejalan Kaki

Mataram (NTBSatu) – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram, tengah masif melakukan penataan estetika kota. Fokus utama saat ini menyasar kawasan strategis di Jalan Langko, Jalan Airlangga, hingga transformasi trotoar di depan Eks Bandara Selaparang dengan konsep lebih humanis dan hijau.

Kepala Dinas PUPR Kota Mataram, Lale Widiahning menjelaskan, penataan di depan Eks Bandara Selaparang tidak hanya sekadar perbaikan akses jalan. Namun, mengusung konsep taman yang terintegrasi dengan trotoar.

IKLAN

“Konsepnya kalau di depan Mario itu nanti karena trotoar yang ada itu kan lebar, jadi kita akan buatkan dia planter box seperti ada tamannya, baru nanti konsepnya trotoar untuk pejalan kaki. Jadi tidak melulu sebagai trotoar seperti existing semua,” ungkap Lale Widiahning, Jumat, 27 Maret 2026.

Untuk menambah nilai estetika, Dinas PUPR akan menerapkan desain yang serupa dengan sisi Utara yang telah dikerjakan sebelumnya, yakni menggunakan paving block tiga dimensi agar tampilan kawasan lebih modern. Anggaran yang disiapkan untuk penataan di titik ini mencapai sekitar Rp400 juta dengan panjang pengerjaan sekitar 500 meter.

IKLAN

Lale menambahkan, penataan ini juga bertujuan untuk mengatur ruang publik agar lebih tertib dan meminimalisir penggunaan trotoar yang tidak sesuai peruntukannya.

IKLAN

“Dari bahu jalan, kemudian ada planter box, baru trotoar. Sama (dengan sisi utara), dia pakai paving block tiga dimensi,” imbuhnya.

Pengecatan Marka dan Trotoar hingga April

Selain pembangunan fisik, program pembersihan dan pengecatan ulang trotoar juga sedang berlangsung di sepanjang Jalan Langko hingga Jalan Airlangga. Menariknya, pengerjaan ini secara swakelola dengan memanfaatkan stok cat marka yang ada.

Proses pengecatan ditargetkan menyisir area dari depan Islamic Center hingga depan Masjid Raya Mataram. Lale menyebutkan, meskipun ada kendala cuaca, pihaknya optimis pekerjaan ini rampung pada pertengahan bulan depan.

“Pengecatan ini kita lakukan dengan dana swakelola. Mudah-mudahan target kami pertengahan April itu sudah selesai. Kemarin sebenarnya target kami begitu Idulfitri sudah selesai, tetapi cuaca yang tidak memungkinkan,” jelas Lale.

Evaluasi Penempatan Kursi

Mengenai fasilitas penunjang seperti kursi trotoar, Lale menyatakan, akan melakukan evaluasi ketat. Mengingat kawasan Eks Bandara Selaparang bukan merupakan jalur utama olahraga (jogging trail), penempatan kursi di titik tersebut kemungkinan tidak akan sebanyak di kawasan Jalan Udayana.

“Kita melihat nanti apakah efektif nggak untuk kita tempatkan di sana. Karena bangku ini kan sebenarnya untuk membantu pejalan kaki manakala ingin beristirahat sejenak. Tetapi kalau di depan Mario itu saya rasa tidak terlalu efektif ya bangku, karena bukan prioritas untuk jogging trail di situ,” tutupnya. (*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button