Ekonomi Bisnis

Gubernur Iqbal Sidak Pasar Tanjung KLU, Harga Cabai Masih Tinggi

“Yang jelas kita juga bikinkan pasar murah untuk intervensi pasar, barang-barang yang memang dari Bulog. Itu ada beras, minyak kemudian ada gula. Kita jual dengan harga standar supaya bisa ikut mempengaruhi pasar,” jelasnya.

Mantan Dubes Indonesia untuk Turki ini mengatakan, salah satu penyebab pasang surutnya harga bapok terutama cabai, karena masalah cuaca yang mengakibatkan permintaan lebih tinggi dibanding produksi.

“Kondisi cuaca juga berpengaruh, demandnya lebih tinggi daripada suplay yang jelas ada kelangkaan sehingga harga naik,” ungkapnya.

Direktur Penganekaragaman Konsumsi Pangan Badan Pangan Nasional, Rinna Syawal menjelaskan, adanya perbedaan harga. Menurutnya, perbedaan harga ini karena adanya perbedaan pasokan. Di mana ketika ada yang pasokannya cukup, akan kemudian terdistribusi ke pedagang tercukupkan.

Rinna menambahkan, selain perbedaan pasokan, panjangnya rantai distribusi juga turut memengaruhi harga. Ia mencontohkan temuan di Lombok Tengah.

“Cabai yang diproduksi di Lombok Tengah ternyata tidak langsung ke pasar, tapi dijual dulu ke Lombok Timur. Lombok Timur balik lagi ke Lombok Tengah, sehingga harganya lebih tinggi,” jelas Rinna. (*)

Laman sebelumnya 1 2

Muhammad Yamin

Jurnalis NTBSatu

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button