Distribusi IFP Masif, NTB Fokus Kejar Kesenjangan Pemanfaatan
Penggunaan IFP di Sejumlah Sekolah Mataram
Berdasarkan pantauan NTBSatu di sejumlah sekolah di Kota Mataram menunjukkan, pemanfaatan IFP bervariasi. Misalnya, di SDN 26 Mataram, guru menggunakan perangkat secara aktif untuk pembelajaran di kelas,
“Semenjak ada PID/IFP siswa lebih termotivasi untuk belajar. Banyak fitur yang menarik yang bisa dipakai untuk belajar,” ujarnya Guru SDN 26 Mataram, Uswatun Hasanah.
Menurutnya, guru juga lebih mudah mencari sumber belajar. Biasanya harus menyiapkan video atau materi ajar terlebih dahulu, namun sekarang tinggal klik bisa terselesaikan.
Ia menambahkan, sekolah sempat mengikuti pelatihan penggunaan perangkat sebelum akhirnya mengadakan workshop internal.
“Dulu pernah ada pelatihan satu orang guru satu sekolah dipanggil ke BPMP untuk belajar penggunaan PID ini. Sekolah kami langsung mengadakan workshop terkait penggunaan PID ini,” jelasnya.
Berbeda dengan di SMPN 10 Mataram, pemanfaatan IFP masih terbatas sebagai penunjang aktivitas guru dan evaluasi pembelajaran. Termasuk, persiapan Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Kepala SMPN 10 Mataram, Chamim Tohari menyebut, sekolah telah memanfaatkan perangkat tetapi belum optimal. Sebab, keterbatasan alat dan kemampuan guru sehingga penggunaan perangkat masih bersifat insidental
“Di SMPN 10 Mataram kita sudah termanfaatkan, terutama untuk kelas tertentu guru. Awalnya kesulitan, tetapi sudah sering kami melakukan pelatihan, saat ini lumayan kemampuan guru kami,” katanya. (*)



