Distribusi IFP Masif, NTB Fokus Kejar Kesenjangan Pemanfaatan
Sebagai tindakan, pihaknya bersama Badan Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) NTB dan dinas pendidikan daerah memperkuat pendampingan berjenjang. Termasuk, skema berbagi praktik baik antar guru juga menjadi strategi percepatan.
“Saat ini sedang bertahap, teman-teman guru yang sudah bagus didorong membantu sekolah yang belum. Termasuk, kelas daring yang masih kita lakukan salah satunya lewat laman daring Ruang GTK,” katanya.
Selain itu, BGTK NTB tengah menyiapkan pilihan konten pembelajaran digital agar perangkat yang telah sekolah terima dapat langsung dimanfaatkan dalam proses belajar mengajar.
Meski masih terdapat sekolah pedalaman yang belum optimal, Wirman menilai banyak guru NTB telah memiliki kemampuan literasi digital yang baik.
“Memang di titik tertentu di sekolah pedalaman ada yang belum, tetapi banyak guru yang sudah cakap dalam literasi digital. Itu yang kita dorong,” katanya.
Ia menambahkan, sejak penerimaan perangkat terakhir pada Desember 2025 lalu, distribusi IFP tidak hanya menyasar sekolah formal, tetapi juga lembaga pendidikan nonformal.
“Tidak hanya sekolah formal. Oenerima PID/IFP ini juga dari sekolah nonformal yang memiliki paket C dan kelas pembelajaran setara sekolah formal,” tambahnya.



