Ekonomi BisnisHEADLINE NEWS

Kualitas di Luar Ekspektasi, 12 Kandidat Direksi PT GNE Berebut Restu Gubernur Iqbal

Mataram (NTBSatu) – Proses seleksi jajaran direksi PT Gerbang NTB Emas (GNE) kini memasuki babak final yang penuh persaingan ketat.

Panitia Seleksi (Pansel) telah merampungkan tahap interview dan menyerahkan 12 nama kandidat terbaik kepada Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal untuk dipilih sebagai pejabat definitif.

Tim Pansel sekaligus Plt. Direktur Utama PT GNE, Lalu Anas Amrullah mengungkapkan rasa terkejut sekaligus optimisnya, melihat kualitas para pelamar yang mendaftar pada periode seleksi kali ini.

Anas membeberkan dari 13 peserta yang lolos tahap awal, sebanyak 12 orang telah menyelesaikan seluruh rangkaian tes hingga tahap interview. Ia mengakui, Pansel sempat kesulitan dalam proses perankingan karena kompetensi para kandidat yang berada di atas rata-rata.

“Kualitasnya luar biasa, benar-benar di luar ekspektasi kami. Awalnya kami mengira minatnya tidak akan sebanyak ini, tetapi ternyata yang mendaftar adalah orang-orang hebat. Ada yang dari profesional perbankan, mantan pejabat di korporasi besar, hingga sektor manufaktur,” terang Anas menjawab pertanyaan NTBSatu, Kamis, 19 Februari 2026.

Salah satu poin yang menarik perhatian adalah keberanian para kandidat yang rata-rata berusia di bawah 55 tahun. Bahkan, terdapat kandidat yang rela meninggalkan “zona nyaman” di perusahaan besar dengan gaji tinggi demi membangun BUMD milik NTB ini.

Rincian Pelamar

Dari 12 kandidat yang tersisa, persaingan paling ketat terjadi pada posisi Direktur Operasional. Adapun rincian peminat untuk tiga posisi direksi adalah sebagai berikut: Direktur Utama 4 Orang, sisanya untuk Direktur Operasional dan Direktur Keuangan.

“Rata-rata mereka adalah profesional yang sudah punya posisi di atas GNE, tetapi mau melamar ke sini. Kami yakin, siapa pun yang terpilih nanti adalah orang-orang yang sudah tahu apa yang harus dikerjakan untuk membawa GNE lebih baik,” tambah Anas.

Meskipun Pansel telah memberikan urutan perankingan, Anas mengatakan, keputusan akhir tetap merupakan hak prerogatif Gubernur NTB. Pansel memberikan pertimbangan secara objektif melalui surat rekomendasi.

Langkah selanjutnya adalah menunggu keputusan Gubernur NTB, apakah akan dilakukan wawancara akhir atau langsung ditetapkan. Kehadiran direksi definitif ini diharapkan dapat segera menyelesaikan berbagai persoalan administrasi strategis, termasuk urusan perbankan dan percepatan bisnis perusahaan yang selama ini terhambat.

“Percepatan proses seleksi ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan mandat Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Januari 2026, PT GNE ditargetkan sudah memiliki direksi definitif sebelum RUPS tahunan yang dijadwalkan pada Maret mendatang,” teranganya.

Anas menekankan, keberadaan direksi definitif, Direktur Utama, Direktur Operasional, dan Direktur Keuangan sangat mendesak untuk memulihkan wewenang strategis perusahaan, yang selama ini terbatas di bawah kepemimpinan pelaksana tugas (Plt).

“Wewenang Plt itu sangat sempit, bahkan untuk urusan kerja sama atau administrasi perbankan seringkali terkendala. Maka dari itu, bulan Maret ini kami kejar-kejaran agar saat RUPS nanti, jajaran direksi baru sudah bisa disahkan,” tegasnya.

Transparansi Profil Direksi Terpilih

Sebagai bentuk tanggung jawab kepada publik, manajemen PT GNE berjanji akan mempublikasikan profil lengkap (CV) serta visi-misi dari para direksi yang nantinya terpilih oleh Gubernur.

Proses seleksi kali ini juga dinilai unik, karena melibatkan unsur internal perusahaan dalam Tim Pansel untuk memastikan kandidat yang terpilih benar-benar memahami peta jalan dan kebutuhan teknis spesifik yang dibutuhkan PT GNE ke depan.

Nama 13 Pelamar

Informasi yang NTBSatu terima, 13 pelamar mengikuti Leaderless Group Discussion (LGD) pada Kamis, 12 Februari 2026. Dari jumlah itu, satu orang tidak hadir. Pada tahap ini mereka terbagi dalam dua kelompok. Kelompok I terdiri dari enam pelamar dan kelompok II sebanyak tujuh pelamar.

Dalam seleksi ini, mereka dinilai oleh delapan asesor. Masing-masing asesor memegang maksimal dua peserta. Adapun 13 nama yang mengikuti LGD, di antaranya:

  1. Sulman;
  2. Ahmad Jaelani Adiya Putra;
  3. Suhaimi;
  4. Hendra Yuda Sakti;
  5. Desty Chiptiana;
  6. Yuyud Indrayudi;
  7. Taufik Amri;
  8. Siti Nursusila (Tidak hadir);
  9. M. Aidul Adha;
  10. Imanti Sukmaningsih;
  11. Catur Rahmad Mardhiyanto;
  12. Yunita Yoesminarty;
  13. Nazamuddin.

Mengutip laman resmi PT GNE, pembukaan pendaftaran seleksi direksi tersebut hanya tiga hari. Mulai tanggal 8-10 Februari 2026. Selang dua hari, langsung masuk tahap selanjutnya, yaitu LGD. (*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button