Sikat “Bank Rontok”, KSB Perkuat 8 Koperasi Syariah dan Modal Bergulir
Sumbawa Barat (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), mempercepat penguatan ekonomi kerakyatan melalui pembentukan koperasi berbasis syariah.
Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah mengungkapkan, langkah ini merupakan strategi utama pemerintah daerah memutus mata rantai rentenir atau “bank rontok” yang selama ini mencekik para pelaku UMKM.
Ia menyebut, saat ini terdapat delapan koperasi syariah binaan pemerintah yang telah beroperasi. Program ini didukung alokasi dana khusus berupa modal bergulir yang menyasar masyarakat kecil.
“Ini kami lakukan karena pemerintah ingin menanggulangi ‘bank rontok’. Kami Pemerintah KSB tidak memberikan izin satu pun kepada rentenir ini,” tegas Bupati Amar saat menghadiri Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Katala Syariah di Gedung Serbaguna Bala Sangkaladi, Maluk, Senin, 9 Februari 2026.
Bupati Amar menjelaskan, intervensi melalui koperasi syariah terbukti efektif meningkatkan kesejahteraan. Sejauh ini, 600 anggota telah merasakan langsung manfaat bantuan dana bergulir tersebut.
Dalam forum tersebut, Bupati Amar juga meminta Koperasi Katala Syariah memperluas jangkauan bisnisnya. Ia berharap, koperasi tidak hanya menggantungkan nasib pada kemitraan dengan satu perusahaan besar saja.
“Kami mendorong Koperasi Katala Syariah terus memperluas wilayah usaha. Jangan hanya fokus pada kemitraan dengan PT AMNT, tapi jalin juga kerja sama dengan berbagai Perusahaan Daerah (Perumda) di Sumbawa Barat,” ujarnya.
Langkah ekspansi tersebut ia yakini mampu membuka peluang pertumbuhan lebih besar bagi koperasi di masa depan, sekaligus memperkokoh kemandirian ekonomi lokal.
Lebih lanjut, Bupati Amar menekankan RAT bukan sekadar ajang evaluasi kinerja tahunan di atas kertas. Ia menuntut, pengurus menyusun langkah strategis yang lebih relevan dengan tantangan ekonomi ke depan.
“Semoga ini menjadi momentum kemajuan Katala untuk masa yang akan datang. Jayalah terus Katala,” tutupnya. (*)



