Istana Tegaskan Utang Kereta Cepat Whoosh Dibayar Pakai APBN
Beda Pendapat Purbaya
Namun demikian, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya sempat menyampaikan sikap berbeda. Ia mengaku, tidak menginginkan APBN untuk membayar utang proyek tersebut.
“Kalau saya, mending enggak bayar (utang Whoosh) saya. Cuma gini, itu kan ada kebijakan pimpinan di atas, Presiden dan lain-lain, diskusi,” ujar Purbaya beberapa waktu lalu.
Purbaya menegaskan, hingga saat itu belum ada keputusan final terkait pembagian peran antara pemerintah dan Danantara dalam restrukturisasi utang Whoosh.
Ia menyebut, pemerintah cenderung menangani aspek infrastruktur, sementara Danantara akan menanggung bagian operasional dan pengadaan kereta (rolling stock).
“Sepertinya ini belum putus juga,” katanya saat itu.
Sejalan dengan hal tersebut, Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria menyatakan, Danantara dan pemerintah akan berbagi peran dalam proses restrukturisasi keuangan proyek kereta cepat sesuai arahan Presiden.
Ia menyebut, pemerintah akan menangani kewajiban yang berkaitan dengan infrastruktur, sedangkan Danantara akan fokus pada optimalisasi operasional layanan. (*)



