Lombok Tengah

Pemkab Lombok Tengah Siapkan BLK sebagai Solusi Masyarakat yang Menganggur

Lombok Tengah (NTBSatu) – Menyikapi isu pengangguran dan sulitnya menemukan lapangan kerja di Lombok Tengah, Wakil Bupati, H.M. Nursiah menjelaskan solusi melalui Balai Latihan Kerja (BLK).

Hal ini menanggapi isu yang sempat Kepala Desa Serage singgung mengenai alasan warga melakukan penambangan ilegal di Gunung Kongbawi.

Ia menjelaskan, banyak dari warga yang kembali melakukan aktivitas menambang mengeluhkan sulitnya mendapatkan pekerjaan. Sehingga, memaksa mereka untuk kembali melakukan penambangan liar.

Menanggapi hal tersebut, Nursiah mengakui saat ini lapangan kerja di Lombok Tengah masih kurang. Namun, dengan adanya pembangunan hotel, villa, dan restoran, persentase penyerapan tenaga kerja asal Lombok Tengah meningkat.

“Berbicara kesempatan kerja, sebenarnya kalau sudah punya keahlian, punya kompetensi untuk berkesempatan jadi tenaga kerja di hotel dan restoran. Saya sering menanyakan seberapa besar persentase tenaga kerja di sektor pariwisata dan alhamdulillah lebih banyak dari Lombok Tengah,” jelasnya kepada NTBSatu, kemarin.

Meski demikian, faktor pembinaan turut menjadi sorotan. Sebab lowongan kerja saat ini, rata-rata kualifikasi yang diperlukan adalah yang memiliki pengalaman dan catatan keahlian di bidang terkait.

Merespons hal tersebut, Pemkab Lombok Tengah menyiapkan Balai Latihan Kerja (BLK) sebagai solusi untuk pembinaan tenaga kerja untuk menambah keterampilannya.

“Kita punya peluang untuk menambah keterampilannya, yaitu di Balai Karya kita, BLK. Ada 17 pilihan program di sana,” ungkapnya.

Berkorelasi dengan Angka Kemiskinan

Kendati demikian, ia mengaku hal tersebut belum mencukupi. Oleh karena itu, perlu untuk berkoordinasi dengan dinas terkait untuk memastikan tindak lanjut dan pengambilan kebijakan yang terorganisir. Tujuannya, supaya dapat menekan angka kemiskinan di Lombok Tengah.

“Tetap saja masih kurang kesempatan kerja di Lombok Tengah, namun kami menjadi analisa untuk dinas terkait agar bisa memastikan kebijakan. Jangan sampai malah tanpa meng-cover dinamika itu untuk meresponnya, sehingga cenderung ke arah peningkatan tingkat kemiskinan,” ungkapnya.

Selain BLK, Nursiah juga mengklaim penyerapan tenaga kerja dari Makanan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih sebagai solusi.

“Dengan adanya MBG, tenaga kerja kita banyak terserap karena di Lombok Tengah saja ada 77 SPPG MBG. Selain itu, peluang kita adalah Koperasi Merah Putih. Tentunya ini berproses dulu,” jelasnya. (Marwati)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button