TGH Mujiburrahman Minta Korporasi Besar Bantu Atasi Persoalan Sampah di Mataram
Skema CSR yang Fleksibel dan Tepat Sasaran
Guna memudahkan langkah korporasi, Wawali menawarkan mekanisme kontribusi yang sangat elastis. Pemerintah daerah memberikan ruang luas kepada perusahaan untuk menyalurkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) mereka tanpa birokrasi yang kaku.
Pihak perusahaan dibebaskan memilih. Apakah ingin mengeksekusi program penanganan sampah secara mandiri, atau berkolaborasi langsung dengan dinas terkait di Pemkot Mataram agar bantuan lebih terintegrasi.
“Teknisnya fleksibel saja. Mereka bisa membangun infrastruktur sendiri atau berkolaborasi dengan dinas kita di sini. Pilihan ada di tangan mereka, yang penting tepat sasaran,” tambahnya.
Di balik dorongan teknis tersebut, sosok ulama yang menjabat wakil kepala daerah ini juga menyentuh aspek kesadaran kolektif.
Ia menekankan, keterlibatan korporasi dalam mengatasi masalah sampah bukan sekadar menjalankan kewajiban sosial. Melainkanm bentuk investasi untuk keberlangsungan bisnis mereka sendiri.
Lingkungan yang bersih dan kota yang asri diyakini akan menciptakan iklim ekonomi yang jauh lebih sehat bagi pertumbuhan perusahaan itu sendiri.
“InsyaAllah, saya yakin nurani para pelaku usaha akan terketuk. Kelihatannya saja mereka sedang membantu orang lain, padahal hakikatnya mereka sedang membantu keamanan dan kelancaran bisnis mereka sendiri,” tambahnya.



