Kota Mataram

Posisi Inspektur Inspektorat Mataram: Martawang Berpeluang, Dibayangi Dua Birokrat 

Mataram (NTBSatu) – Pemerintah Kota Mataram, resmi menyerahkan tiga nama calon Inspektur Inspektorat Kota Mataram kepada Badan Kepegawaian Negara (BKN). Jabatan ini dinilai strategis karena berkaitan langsung dengan fungsi pengawasan internal pemerintahan daerah.

Posisi Inspektur Inspektorat memiliki peran penting dalam pembinaan penyelenggaraan pemerintahan daerah. Mulai dari audit keuangan, audit kinerja, hingga investigasi dugaan pelanggaran. Fungsi tersebut menjadi krusial, terlebih Kota Mataram telah ditetapkan sebagai kota antikorupsi dengan predikat penilaian nasional terbaik.

Tiga Kandidat

Tiga nama yang masuk bursa calon Inspektur Inspektorat Kota Mataram, yakni Kepala Dinas Pariwisata Cahya Samudra, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) H. Mansur, serta Asisten I Setda Kota Mataram H. Lalu Martawang.

Di antara ketiga kandidat tersebut, H. Lalu Martawang disebut-sebut sebagai figur yang paling berpeluang menggantikan Baiq Nelly Kusumawati yang sebelumnya menjabat Inspektur Inspektorat Kota Mataram. Sejumlah kalangan birokrasi menilai Martawang memiliki rekam jejak, pengalaman, dan stabilitas jabatan yang sulit ditandingi kandidat lainnya.

Karier birokrasi Martawang terbilang lengkap. Ia pernah menjabat Sekretaris Bappeda, Kepala Bappeda, dan selama sembilan tahun terakhir menduduki posisi strategis sebagai Asisten I Setda Kota Mataram. Dalam rentang waktu tersebut, Martawang tercatat sebagai satu-satunya pejabat eselon II yang tidak pernah tersentuh rotasi maupun mutasi jabatan.

Kondisi ini memunculkan berbagai spekulasi terkait dinamika dan arah konsolidasi politik birokrasi di lingkungan Pemerintah Kota Mataram. Pasalnya, jabatan Inspektur Inspektorat dinilai strategis dalam menjaga integritas tata kelola keuangan daerah serta efektivitas pengawasan internal pemerintahan.

Sementara itu, dua kandidat lainnya, H. Mansur dan Cahya Samudra, juga ikut meramaikan persaingan. Namun, keduanya dinilai masih menghadapi tantangan, terutama dari sisi pengalaman lintas sektor pemerintahan dan kedekatan dengan fungsi pengawasan internal.

Menanggapi namanya yang menguat dalam bursa calon Inspektur Inspektorat, Martawang memilih bersikap santai. Ia mengaku tidak ingin terlalu jauh menanggapi isu tersebut dan memilih fokus menjalankan tugas serta kebijakan publik yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Saya tidak ingin berkomentar soal yang seperti ini. Biarlah saya fokus mengomentari hal-hal yang berkaitan dengan kebijakan publik yang memberikan informasi positif untuk masyarakat,” ujar Martawang kepada NTBSatu, Kamis, 5 Februari 2026.

1 2Laman berikutnya

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button