SD dan SMP di Mataram Mulai Terapkan Program “Tempah Dedoro”
Ubah Wajah Tempat Sampah dengan Estetika
Selain fokus pada program “Tempah Dedoro”, Naufal menyarankan agar pihak sekolah mulai meninggalkan penggunaan tempat sampah konvensional yang kerap merusak pemandangan. Menurutnya, selama ini tempat sampah di sekolah sering dianggap kumuh, semrawut, dan diletakkan seadanya.
Ia menginginkan ke depannya fasilitas tempat sampah di lingkungan sekolah memiliki nilai estetika. “Kita ingin buat agar saat ditempatkan di sekolah, fasilitas itu tetap memiliki nilai estetika,” jelas Naufal.
Langkah ini bertujuan agar tempat sampah bukan sekadar menjadi wadah menampung limbah, melainkan menjadi fasilitas yang mempercantik tata ruang sekolah. Dengan desain yang lebih menarik, harapannya siswa juga lebih bersemangat dan mudah dalam memilah sampah antara organik dan anorganik. (Salsa)



