Lombok Timur Raih Juara Inovasi Jaminan Kesehatan Masyarakat
Tingkatkan Kualitas Layanan Kesehatan
Selain itu, Pemkab Lombok Timur mengintegrasikan SMART JKN dengan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Integrasi lintas sektor tersebut memungkinkan penanganan peserta JKN berjalan lebih efektif, terkoordinasi, dan tepat sasaran.
“Layanan ini terhubung dengan banyak pihak, sehingga persoalan kepesertaan dan pelayanan JKN bisa ditangani secara cepat dan terstruktur,” jelasnya.
Juaini Taofik menegaskan, meski konsep SMART JKN tergolong sederhana, kepercayaan tim penilai nasional menjadi bukti inovasi tersebut relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Ia menyebut, penghargaan ini sebagai pijakan awal untuk memperkuat komitmen Pemkab Lombok Timur dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan secara berkelanjutan.
Program SMART JKN sendiri telah diterapkan sejak Juni 2025 dengan melibatkan berbagai sektor. Ke depan, Pemkab Lombok Timur akan memprioritaskan peningkatan kualitas sumber daya manusia di fasilitas kesehatan, terutama pada aspek sikap, etika, dan keramahan pelayanan.
“Kami masih menerima keluhan soal keramahan pelayanan. Ini menjadi evaluasi serius. Tidak boleh ada perbedaan perlakuan antara pasien BPJS dan non-BPJS,” tegasnya.
Ia menambahkan, SMART JKN akan berfungsi sebagai instrumen pengendali mutu pelayanan kesehatan agar seluruh tenaga kesehatan memiliki persepsi dan komitmen yang sama dalam melayani masyarakat secara tulus dan profesional.
“Kita sudah mendapat pengakuan nasional. Jangan sampai citra baik ini rusak hanya karena persoalan mendasar seperti sikap pelayanan,” pintanya.
Selain meraih juara inovasi nasional, Pemkab Lombok Timur juga berhasil masuk dalam nominasi UHC Award kategori Pratama. Penghargaan ini diberikan kepada daerah dengan cakupan kepesertaan JKN di atas 98 persen serta tingkat keaktifan peserta minimal 80 persen, menegaskan komitmen Lombok Timur dalam mewujudkan jaminan kesehatan semesta bagi warganya. (*)



