35 Rumah Warga Belanting Lombok Timur Rusak Akibat Angin Kencang
Lombok Timur (NTBSatu) – Sebanyak 35 rumah warga di Desa Belanting, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur, mengalami kerusakan akibat angin kencang yang melanda wilayah tersebut pada Sabtu, 24 Januari 2026.
Cuaca ekstrem ini juga menyebabkan akses jalan terganggu akibat banyaknya pohon tumbang di sejumlah titik.
Data sementara dari Tim Siaga Bencana Desa (TSBD) Belanting mencatat, sebanyak lima unit rumah rusak parah dan 30 unit lainnya rusak ringan.
Kerusakan terparah terjadi di Dusun Pekendangan dan Dusun Tampiasih. Di mana dua rumah warga dilaporkan hancur tertimpa pohon hingga tidak lagi layak huni.
Ketua TSBD Belanting, Jaya Ikhlas, memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, ia menegaskan kerugian materiil cukup besar dan berdampak langsung pada kehidupan warga terdampak.
“Dua rumah di Dusun Pekendangan dan Dusun Tampiasih rusak parah dan tidak bisa ditempati. Kerugian materiil, perkiraannya mencapai Rp10 juta per unit,” ujar Jaya Ikhlas, Minggu, 25 Januari 2026.
Selain merusak rumah warga, angin kencang juga merobohkan puluhan pohon yang tersebar di beberapa dusun.
TSBD mencatat, pohon tumbang terjadi di Dusun Pekendangan sebanyak enam pohon, Dusun Pedamekan lima pohon, Dusun Otorita tiga pohon, dan Dusun Kokoknangka dua pohon.
Pohon-pohon yang melintang di badan jalan sempat melumpuhkan arus lalu lintas dan menghambat aktivitas warga.
Menyikapi kondisi tersebut, personel TSBD Belanting langsung bergerak melakukan evakuasi dan pembersihan material kayu agar akses jalan kembali terbuka.
Pemerintah Desa Belanting berharap Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, khususnya BPBD dan Dinas Perhubungan, memberikan perhatian lebih serius terhadap wilayah rawan bencana di Kecamatan Sambelia, terutama daerah terpencil.
Jaya Ikhlas berharap penanganan bencana harus merata dan tidak hanya terfokus di kawasan perkotaan. Mengingat desa-desa di wilayah timur Lombok Timur juga memiliki tingkat kerawanan bencana yang tinggi. (*)



