Sumbawa

HUT Ke-67 Kabupaten Sumbawa, Harapan dan Catatan dari Legislator

Sumbawa Besar (NTBSatu) – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-67 Kabupaten Sumbawa, catatan dan apresiasi datang dari kalangan legislatif. Dari level provinsi dan kabupaten. 

Ketua Komisi III DPRD Provinsi NTB, Sambirang Ahmadi menyampaikan, sejumlah harapan sekaligus catatan strategis terhadap arah pembangunan yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Sumbawa di bawah kepemimpinan Bupati Jarot–Ansori.

Sambirang menilai, sejauh ini duet kepemimpinan Jarot–Ansori menunjukkan langkah yang cukup progresif, khususnya dalam merespons isu lingkungan hidup yang menjadi tantangan serius di Kabupaten Sumbawa.

“Sejauh ini Jarot–Ansori menurut saya cukup progresif. Mereka punya langkah-langkah kebijakan yang taktis untuk menangani isu lingkungan. Ini sangat positif, karena Sumbawa termasuk kabupaten yang rawan deforestasi,” ujar Sambirang kepada NTBSatu, Selasa, 20 Januari 2026. 

IKLAN

Ia menyoroti berbagai gerakan yang telah dijalankan pemerintah daerah, mulai dari penanaman kembali kawasan hutan, upaya pencegahan deforestasi, hingga pencarian dan perlindungan sumber-sumber air. 

“Saya lihat Pak Jarot punya gerakan untuk penanaman kembali hutan, pencegahan deforestasi, dan penemuan sumber air untuk menjaga lingkungan. Itu kebijakan yang relevan dan memang harus kita dukung,” tegas politisi dari Fraksi PKS tersebut. 

Lebih lanjut, Sambirang menekankan, keberhasilan program lingkungan tidak bisa hanya dibebankan pada pemerintah daerah. 

Dibutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, serta dukungan dari partai politik agar gerakan tersebut berjalan berkelanjutan.

“Masyarakat bersama-sama pemerintah harus sama-sama melaksanakan dan mendukung. Tinggal bagaimana Pak Jarot mengajak lebih banyak orang untuk bergerak bersama, termasuk dengan partai politik,” katanya.

Meski demikian, Sambirang juga mengingatkan tantangan utama yang dihadapi Jarot–Ansori ke depan, yakni memastikan masyarakat, khususnya petani, benar-benar merasakan dampak langsung dari kebijakan yang dijalankan pemerintah.

Nanang: Masih Perlu Ditingkatkan

Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, Nanang Nasiruddin, S.A.P., M.M.Inov., menilai kinerja Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa sejauh ini tergolong baik. Meski belum sepenuhnya memuaskan. Penilaian tersebut disampaikan Nanang saat diwawancarai terkait evaluasi kinerja pemerintah daerah.

Nanang menyebutkan, capaian kinerja Bupati–Wakil Bupati terlihat pada sektor infrastruktur, khususnya perbaikan jalan yang dinilai cukup mampu dilaksanakan. Selain itu, perhatian terhadap lingkungan juga mulai tampak melalui upaya penghijauan.

“Boleh dikatakan baik walaupun belum memuaskan. Kelihatan di infrastruktur jalan yang cukup mampu dikerjakan perbaikan, termasuk dengan lingkungan. Dari yang sebelumnya hutan terlihat tandus, kini sudah dilakukan penanaman kemiri dan beberapa tanaman penyangga,” ujarnya kepada NTBSatu, Selasa, 20 Januari 2026.

Dari aspek sosial, lanjut Nanang, pemerintah daerah menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat, terutama bagi warga di wilayah pelosok. Salah satu bentuk perhatian tersebut diwujudkan melalui program beasiswa pendidikan.

“Dari aspek sosial pun beliau peduli, termasuk memberikan beasiswa kedokteran bagi siswa dari pelosok, untuk menjawab masalah tenaga kesehatan pelosok” katanya.

Nanang juga menyoroti hubungan dan koordinasi antara eksekutif dan legislatif yang dinilainya berjalan dengan baik. Menurutnya, Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa menunjukkan sikap saling menghargai serta membangun komunikasi yang intensif dengan DPRD.

Selain itu, Bupati disebut proaktif dalam melakukan pengawasan kinerja perangkat daerah. Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diminta rutin melaporkan capaian dan dilakukan evaluasi secara cepat, baik bulanan maupun mingguan.

Berlian: Koneksikan Pusat, Provinsi dan Daerah  

Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Sumbawa, H.M. Berlian Rayes, S.Ag., M.M.Inov., mengapresiasi kinerja Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa pada tahun pertama masa kepemimpinan. Ia menilai roda pemerintahan berjalan dengan baik, meskipun masih terdapat sejumlah catatan yang perlu diperhatikan ke depan.

“Kami mengapresiasi, kinerja berjalan baik. Saya kira belum ada hal lain yang bisa kita catat sebagai evaluasi besar, sekalipun tentu tetap ada catatan penting yang perlu diperhatikan,” ujarnya kepada NTBSatu, Selasa, 20 Januari 2026.

Berlian menilai, salah satu keunggulan kinerja Bupati–Wakil Bupati terletak pada semangat mengkoneksikan program pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten. Menurutnya, hal tersebut membuat Kabupaten Sumbawa mampu mendapatkan sejumlah program nasional.

“Kinerja beliau sangat bersemangat dalam mengkoneksi program pusat, provinsi, dan kabupaten. Perhatiannya juga taktis, sehingga ada beberapa program nasional yang bisa dibawa ke Kabupaten Sumbawa,” katanya.

Ia melihat kemampuan Bupati dalam membangun relasi dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah provinsi, pemerintah pusat, hingga media. Relasi tersebut dinilai berdampak positif terhadap meningkatnya perhatian pemerintah pusat terhadap Kabupaten Sumbawa.

“Kalau kami melihat Kabupaten Sumbawa banyak dikunjungi pemerintah pusat, itu tandanya ada atensi. Mulai dari Kementerian Pertahanan hingga Kementerian Pertanian, termasuk rencana menghadirkan SMA unggulan bersama Kemendikdasmen RI,” jelas Berlian.

Zulfikar: Mampu Optimalisasi Anggaran 

Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Sumbawa, Zulfikar Demitry, S.H., M.H., menilai kinerja pemerintahan Bupati Jarot dan Wakil Bupati Ansori menunjukkan capaian positif meski belum genap satu tahun menjabat. Optimalisasi anggaran, penguatan birokrasi, serta keberpihakan pada lingkungan dan masyarakat bawah menjadi indikator awal yang dirasakan publik.

Zulfikar menegaskan, masa pemerintahan Jarot–Ansori secara faktual belum mencapai satu tahun, mengingat pelantikan dilakukan pada 20 Februari. Sementara realisasi anggaran yang berjalan masih merupakan kelanjutan dari tahun anggaran pemerintahan sebelumnya. Namun demikian, ia mencatat adanya pola pengelolaan baru yang lebih efektif dalam pelaksanaan program.

“Walaupun masih menjalankan anggaran pemerintahan sebelumnya, Bupati Jarot mampu mengoptimalkan anggaran, menutup kebocoran, dan memastikan program seperti beasiswa dan hibah benar-benar tepat sasaran dan dibutuhkan daerah,” ujar Zulfikar kepada NTBSatu, Senin, 19 Januari 2026.

Menurutnya, penilaian objektif terhadap visi misi Jarot–Ansori baru akan terlihat jelas pada tahun anggaran 2026, saat program benar-benar mencerminkan arah kebijakan Rencana Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Ia juga mengatakan, DPRD akan menjalankan fungsi pengawasan untuk memastikan peningkatan PAD dan kesejahteraan masyarakat, terutama dirasakan oleh lapisan terbawah.

Meski demikian, Zulfikar mengungkapkan beberapa capaian yang sudah dirasakan, salah satunya di sektor lingkungan hidup. Program Safari Sumbawa Hijau Lestari dinilai sebagai langkah nyata pemerintah daerah dalam merespons kondisi lingkungan Sumbawa yang hampir 70 persen lahannya tergolong kritis. (11/Zani/Alwi/Marwah) 

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button