BMKG Keluarkan Peringatan Dini Banjir Rob di Pesisir Lombok dan Bima hingga 31 Januari 2026
Mataram (NTBSatu) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi (Stamet) Zainuddin Abdul Madjid (ZAM), mengeluarkan peringatan dini potensi banjir rob hingga 31 Januari 2026.
Peringatan ini berdasarkan hasil pemantauan data water level, kondisi pasang surut di pesisir. Kemudian, adanya Bibit Siklon Tropis 97S hingga Fenomena Pasang Air Laut Maksimum.
Fenomena Pasang Air Laut Maksimum juga diperkuat oleh dampak tinggi gelombang dan cuaca ekstrim, hingga fase bulan baru yang terjadi pada 19 Januari 2026
Fenomena Pasang Air Laut Maksimum sempat terjadi di wilayah perairan Lembar, pada 21 Januari 2026 sekitar pukul 23.00-01.00 Wita. Kejadian serupa juga terjadi di wilayah perairan Bima pada pukul 00.00-02.00 Wita.
Beberapa dampak serius yang akibat pasang air laut maksimum, seperti genangan hingga banjir di wilayah pesisir. Termasuk pemukiman nelayan, tambak garam, pelabuhan, dan lainnya.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir rob, terutama bagi yang beraktivitas dan tinggal di sekitar pesisir.
Beberapa wilayah pesisir Lombok yang berpotensi terdampak antara lain Ampenan, Sekarbela, Gerung, Lembar, Pemenang, Jerowaru, dan Pelabuhan Lombok.
Sedangkan untuk Pulau Sumbawa, berpotensi terjadi di wilayah Sumbawa, Labuhan Badas, Palibelo, Woha, Bolo, Langgudu. Kemudian, Soromandi, Sape, Rasanae Barat, Hu’u, dan Asakota.
Forecaster on Duty BMKG Stamet ZAM, Nur Siti Zulaichah, S.Tr., meminta masyarakat siaga untuk mengantisipasi dampak banjir rob.
“Masyarakat di sekitar pesisir Lombok dan pesisir Bima, bantaran sungai dan daerah yang lebih rendah, diimbau tetap waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak dari Pasang Air Laut Maksimum, seperti adanya banjir rob,” ujarnya kepada NTBSatu, Kamis 22 Januari 2026. (Inda)



