Pemerintahan

Gubernur Iqbal Wacanakan Pengadaan Stok Jembatan Bailey sebagai Upaya Hadapi Potensi Bencana Hidrometeorologi

Mataram (NTBSatu) – Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal mewacanakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) memiliki stok inventaris jembatan Bailey. Hal ini sebagai langkah antisipasi kerusakan infrastruktur akibat bencana hidrometeorologi.

Gubernur Iqbal menyampaikan wacana tersebut saat meninjau pembangunan jembatan darurat di Desa Perigi, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur, Jumat, 16 Januari 2026.

“Kita perlu punya stok jembatan Bailey yang sifatnya knockdown (bongkar pasang, red). Relatif murah, cepat dipasang, dan bisa menjadi solusi sementara sambil menunggu pembangunan jembatan permanen,” ujar Iqbal.

Ia menilai, ketersediaan inventaris stok jembatan Bailey sangat diperlukan sebagai antisipasi terhadap kerusakan infrastruktur akibat bencana hidrometeorologi. Mengingat, proses pemulihan jembatan di Desa Pergi sempat terkendala mobilisasi material dari luar daerah.

IKLAN

“Kita perlu punya stok jembatan Bailey yang sifatnya knockdown,” ungkapnya.

Iqbal menjelaskan, jembatan Bailey dapat memangkas waktu penanganan darurat secara signifikan. Jembatan ini berfungsi sebagai akses aktivitas warga selama masa transisi sebelum jembatan permanen dibangun.

Setelah jembatan permanen selesai, jembatan Bailey tersebut dapat dibongkar dan disimpan untuk digunakan di lokasi bencana lainnya. Jembatan di Desa Perigi yang sedang dibangun dengan bantuan TNI merupakan, akses vital  berusia 30 tahun yang roboh akibat terjangan bencana.

Iqbal menegaskan, pemerintah mengambil langkah cepat pembangunan jembatan Bailey agar aktivitas masyarakat normal kembali. Mengingat, jembatan tersebut urat nadi perekonomian wilayah setempat.

“Usianya juga sudah sangat tua. Fokus kita saat itu adalah menormalkan kembali kehidupan masyarakat,” tambahnya. (Salsa)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button