Sumbawa

Pascabanjir Nijang, Puskesmas Unter Iwes Perketat Kewaspadaan Kasus DBD

Sumbawa Besar (NTBSatu) – Hingga pertengahan musim hujan, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah kerja Puskesmas Unter Iwes belum ditemukan. Meski demikian, kewaspadaan tetap diperketat menyusul banjir yang sempat melanda Desa Nijang yang berpotensi meningkatkan risiko penyakit berbasis lingkungan.

Kepala UPT Puskesmas Unter Iwes, Aulia Novlindah, S.Kep., Ners, mengatakan, pihaknya telah menerjunkan tim gerak cepat kesehatan ke lokasi banjir untuk memberikan pelayanan medis. Sekaligus edukasi kesehatan kepada masyarakat terdampak.

“Untuk saat ini kami belum mendengar adanya kasus DBD. Namun setelah kejadian banjir kemarin, tim kami langsung turun memberikan pelayanan kesehatan dan sosialisasi agar tidak sampai terjadi lonjakan kasus,” ujarnya kepada NTBSatu, Kamis, 15 Januari 2026.

Sebagai langkah antisipasi, Puskesmas Unter Iwes juga menindaklanjuti edaran Bupati Sumbawa terkait imbauan kewaspadaan DBD. Misalnya, dengan menyebarluaskan informasi ke masyarakat melalui berbagai kanal, termasuk Posyandu, Puskesmas keliling, serta petugas promosi kesehatan (promkes) yang turun langsung ke lapangan.

IKLAN

Fokus pengawasan pada wilayah-wilayah yang sebelumnya pernah memiliki kasus, seperti Desa Nijang dan Uma Beringin. Di daerah tersebut, pihaknya meningkatkan intensitas sosialisasi dan pemantauan kesehatan masyarakat.

“Daerah yang pernah ada kasus tentu kami beri perhatian lebih. Sosialisasi kami perbanyak agar masyarakat paham pencegahan, terutama menjaga lingkungan dan menghindari genangan air,” jelas Aulia.

Kasus Pneumonia dan Influenza Tinggi

Meski DBD belum muncul, data tren penyakit menunjukkan penyakit saluran pernapasan masih mendominasi kunjungan ke fasilitas kesehatan. Hal ini akibat perubahan cuaca ekstrem, dari kondisi kering ke hujan yang tidak menentu.

Berdasarkan pemantauan sementara, penyakit yang paling banyak antara lain ISPA, influenza, pneumonia, diare, hepatitis klinis, hipertensi, hingga diabetes melitus.

“Sejak sebelum musim hujan, kasus pneumonia dan influenza memang sudah cukup tinggi. Cuaca yang berubah-ubah membuat masyarakat rentan terkena penyakit pernapasan,” ungkapnya.

Aulia menambahkan, pihaknya biasanya akan mengevaluasi laporan tren penyakit bulanan di akhir bulan untuk melihat pergeseran pola penyakit. Termasuk, potensi meningkatnya DBD seiring intensitas hujan.

Meski belum ada kasus, ia meminta masyarakat tidak lengah. Puskesmas terus mengimbau warga untuk menjalankan pola hidup bersih dan sehat, menguras tempat penampungan air, serta segera memeriksakan diri jika mengalami gejala demam tinggi.

“Saat ini memang belum ada DBD dan kami berharap tidak ada. Tapi kewaspadaan tetap penting, terutama setelah banjir,” tutupnya. (Marwah)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button