Sumbawa

15 Tenaga Honorer Diberhentikan, Puskesmas Unter Iwes Pastikan Pelayanan Tidak Terganggu

Sumbawa Besar (NTBSatu) – Sebanyak 15 tenaga honorer di Puskesmas Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa, resmi diberhentikan. Mereka berasal dari beberapa bidang strategis, yakni perawat, apoteker, dan tenaga kesehatan masyarakat.

Kepala UPT Puskesmas Unter Iwes, Aulia Novlindah, S.Kep., Ners, menjelaskan, pemberhentian tersebut bukan karena kebutuhan tenaga berkurang. Melainkan, sebagai bentuk kepatuhan terhadap aturan dan arahan dari dinas terkait.

“Untuk pelayanan, alhamdulillah kami masih bisa mengusahakan. Puskesmas Unter Iwes ini termasuk yang paling banyak pegawainya. ASN kami sejak sebelum adanya PPPK Paruh Waktu juga sudah cukup banyak. Jadi kami atur agar pelayanan tetap berjalan,” ujar Aulia, Kamis, 15 Januari 2026.

Ia mengakui, pihak Puskesmas sangat membutuhkan tenaga honorer tersebut, terlebih sebagian dari mereka telah mengabdi selama dua hingga tiga tahun. Bahkan secara internal, pihak Puskesmas berharap para tenaga honorer tersebut tetap bisa bertahan dan bekerja.

IKLAN

“Secara kebutuhan, sebenarnya kami masih sangat membutuhkan mereka. Apalagi mereka sudah lama mengabdi di sini. Harapannya tentu mereka tetap di Puskesmas, namun karena ada aturan, mau tidak mau kami harus menyesuaikan,” jelasnya.

Meski demikian, Aulia menegaskan, pihaknya telah melakukan berbagai strategi penataan internal agar pemberhentian tenaga honorer tidak berdampak pada kualitas layanan kesehatan masyarakat.

“Kami tetap mengikuti aturan dan juga harapan dari dinas. Yang terpenting, pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu,” tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, Sarif Hidayat mengungkapkan, kontrak kerja 424 tenaga non-ASN di 26 fasilitas kesehatan (faskes) telah berakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 360 orang bertugas di Puskesmas, 64 orang di rumah sakit.

“Tenaga yang terdampak terdiri dari perawat, bidan, penjaga malam, petugas kebersihan, tenaga administrasi, hingga tenaga IT,” ujar Sarif kepada NTBSatu, Jumat, 9 Januari 2026 lalu.

Sarif menegaskan, pengurangan tenaga tersebut belum mengganggu pelayanan kesehatan di 26 fasilitas kesehatan yang ada di Kabupaten Sumbawa. Ia mengaku, telah melakukan evaluasi bersama seluruh kepala Puskesmas untuk memastikan layanan tetap berjalan. (Marwah)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button