Pulau Moyo Jadi Pelarian Rahasia Lady Diana, Kisah Kedamaian Air Terjun Mata Jitu
Mataram (NTBSatu) – Pulau Moyo, Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), memiliki sejarah pariwisata internasional. Putri Wales, Lady Diana, pernah berkunjung selama tiga hari sekaligus menjadi saksi perjalanan emosionalnya.
Bermula pada Agustus 1993, pemberitaan mengenai retaknya rumah tangga Lady Diana dan Pangeran Charles mulai terendus. Adanya masalah ini membuatnya, memutuskan untuk menghilang. Siapa sangka, pilihannya justru ke Pulau Moyo, Sumbawa.
Tidak banyak yang tahu kabar ini, karena Lady Diana memang memilih melakukan perjalanannya secara rahasia. Tanpa embel-embel ratu, tanpa gelar. Ia datang sebagai wanita biasa yang sedang mencari ketenangan.
Resort Amanwana di Pulau Moyo, menjadi pilihan untuk beristirahat. Konsep penginapan dengan semi hutan, menggunakan tenda-tenda, sukses membuat Lady Diana bebas tanpa paparazi.
Putri Wales sempat mengunjungi Air Terjun Mata Jitu. Menggunakan mobil jip terbuka, membuatnya bisa melihat dan merasakan pemandangan segar.
Diana menghabiskan waktu cukup lama untuk menikmati air terjun bertingkat dengan kolam-kolam alami berwarna biru turquoise, disertai kicauan burung, dan suara angin.
Itulah asal usul mengapa salah satu destinasi wisata terkenal Pulau Moyo, diberi sebutan “The Queen’s Waterfall“. Sekaligus menjadi penghormatan kepada Diana.
Perjalanannya ke Pulau Moyo, Sumbawa, dikabarkan sangat berpengaruh pada kesehatan mentalnya. Menjadikannya kembali sebagai pecinta alam dan kebebasan, ciri khas seorang spencer.
Kunjungan Lady Diana membuat Pulau Moyo menjadi destinasi eksklusif dunia. Banyak orang terkenal dunia mulai berkunjung ke Sumbawa.
Sampai sekarang, cerita Pulau Moyo dan Lady Diana, masih terus menarik minat dengan cerita, kedamaian, dan keindahan alamnya. (Inda)



