Pendidikan

Terpilih Jadi Rektor, Prof. Sukardi Ajak Bersatu Bangun Unram

Mataram (NTBSatu) – Prof. Sukardi resmi terpilih sebagai Rektor Universitas Mataram (Unram) periode 2026–2030. Wakil Rektor (WR) II ini terpilih melalui sidang tertutup Kamis, 8 Januari 2026 di Ruang Sidang Senat Rektorat Unram. Dengan hasil ini, Sukardi didorong jadi figur mempersatukan, bukan mementingkan kepentingan kelompok tertentu. 

Penetapan melalui rapat Pemilihan Rektor Unram yang berlangsung secara tertutup bersama Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Prof. Dr. Fauzan, M.Pd.

Dalam proses pemilihan tersebut, Prof. Dr. Sukardi, S.Pd., M.Pd., memperoleh sebanyak 68 suara. Ia unggul dari calon lainnya, yakni Prof. Dr. Kurniawan, S.H., M.Hum., dengan perolehan 9 suara dan Prof. Muhamad Ali, S.Pt., M.Si., Ph.D., dengan 14 suara. 

Total suara sah dalam pemilihan ini berjumlah 91 suara. Terdiri dari suara senat universitas dan perwakilan kementerian sesuai ketentuan perundang-undangan.

IKLAN

Fokus Utama Kolaborasi 

Sementara itu, Rektor Unram terpilih, Prof. Sukardi menegaskan, fokus utama kepemimpinannya ke depan adalah kolaborasi. Ia menilai, membangun Unram tidak bisa secara individual, melainkan melalui kerja bersama lintas elemen.

“Setelah ini selesai, kita harus bersatu kembali. Kita buka ruang kolaborasi seluas-luasnya. Kalau tidak, kita tidak bisa membangun Unram,” ujar Sukardi yakin.

Ia menekankan, kolaborasi tersebut harus berlandaskan kesamaan tujuan, profesionalisme, integritas, serta komitmen yang kuat untuk memajukan universitas. Menurutnya, perbedaan pilihan dalam kontestasi merupakan hal wajar, namun tidak boleh menjadi penghambat kerja institusional.

Pesan Wamendiktisaintek

Sementara itu, Wamendiktisaintek, Prof. Fauzan menilai, Unram sebagai salah satu perguruan tinggi yang menunjukkan komitmen kuat terhadap tata kelola kelembagaan. Ia menegaskan, seluruh tahapan pemilihan rektor telah berjalan secara taat asas, baik secara administratif maupun sosiologis.

“Mulai dari proses awal sampai akhir, pemilihan rektor di Unram aman-aman saja. Ini menunjukkan kedewasaan organisasi dan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku,” ujar Fauzan.

Lebih lanjut, menurut Fauzan, pemilihan rektor bukan sekadar agenda rutin, melainkan ritual organisasi yang menentukan arah masa depan perguruan tinggi. Karena itu, siapa pun yang terpilih harus siap menanggung konsekuensi kepemimpinan dan bekerja untuk membawa Unram ke level yang lebih baik.

“Regenerasi kepemimpinan harus menghadirkan kemajuan, bukan justru destruksi,” tegasnya.

Fauzan juga menekankan, pentingnya membangun kepemimpinan kolektif pasca-pemilihan. Ia mengingatkan agar seluruh elemen kampus meninggalkan ego personal dan mulai berbicara dalam kerangka “kita”, bukan “aku”.

Terkait dengan keberlangsungan proses pemilihan, Sekretaris Senat Unram, Dr. Muhaimin, S.H., M.Hum., memastikan proses pemungutan suara berlangsung lancar tanpa hambatan. Ia menyebutkan, partisipasi pemilih mencapai 100 persen.

“Anggota senat hadir penuh sebanyak 59 orang, ditambah 32 suara dari kementerian. Total 91 suara, tidak ada suara rusak maupun tidak sah,” jelas Muhaimin.

Pemungutan suara mulai sekitar pukul 16.00 Wita, dengan kehadiran perwakilan kementerian. “Alhamdulillah, dari awal hingga akhir tidak ada kendala, semua lancar. Pemilihan dimulai tepat waktu. Dari senat lengkap, dari kementerian juga lengkap, hampir tidak ada yang kurang,” tambah Muhaimin. (Zani)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button