Cegah Blockade Minyak AS, Vladimir Putin Jadi “Pelampung Penyelamat” Venezuela
Mataram (NTBSatu) – Hubungan baik Rusia dan Venezuela bukan lagi sebatas diplomasi antar negara. Kedekatan Vladimir Putin dan Nicolas Maduro semakin intim, meski peta geopolitik dunia yang semakin terpolarisasi.
Komunikasi antara Rusia dan Venezuela sempat membuat dunia waspada. Hubungannya bukan lagi sebatas “hanya teman”, tetapi lebih kepada kemitraan strategis yang lebih dalam.
Sebelumnya, Rusia menunjukkan perhatiannya di tengah blokade ekonomi yang sempat Venezuela hadapi. Putin bersedia menjaga sistem keuangan tetap lancar, dengan memfasilitasi perdagangan minyak di luar jalur dolar (SWIFT).
Melansir BBC dan Al Jazeera, Jumat, 9 Januari 2026, bantuan Rusia terhadap Venezuela sebagai penanda pengaruh besarnya di halaman depan Amerika Serikat (AS).
Dukungan dari Putin menjadi harapan baru Maduro di tengah tekanan dari AS. Mengingat, Venezuela bisa menekan pengaruh North Atlantic Treaty Organization (NATO) dan sekutunya.
Berdasarkan unggahan akun resmi X @mog_russEN, Rusia seolah membongkar kedok Trump yang dituduh nekat menggunakan kekuatan militer, hanya demi menguasai cadangan minyak raksasa milik Venezuela.
“Agresi militer kriminal pemerintah AS terhadap Venezuela dimotivasi oleh ketamakan akan sumber daya strategisnya. Tindakan-tindakan terhadap pemimpin Venezuela ini adalah ilegal dan merupakan bentuk pengabaian yang nyata terhadap hukum internasional,” tulisnya, yang NTBSatu kutip.
Perjanjian Strategis hingga Bantuan Militer
Saat ini, Venezuela dan Rusia sudah sepakat menjalin perjanjian strategis hingga tahun 2035. Kesepakatannya mencakup bidang intelijen energi dan teknologi nuklir.
Venezuela mendapatkan bantuan dana hingga tenaga ahli untuk memperbaiki infrastruktur vital yang runtuh, karena krisis akibat serangan dari AS.
Dalam pemberitaan Al Jazeera, Rusia terlihat melakukan pengiriman jet tempur Sukhoi Su-30 dan sistem pertahanan rudal S-300 ke Karakas. Keputusan Putin seperti kode, jika Venezuela akan berada di bawah perlindungannya.
Sistem pertahanan ini sangat penting untuk memantau pergerakan pasukan atau aset udara asing, yang bisa mengancam keamanan di Karakas.
Keputusan ini tambah jelas dengan banyaknya kapal perang Rusia yang mulai bersandar ke pelabuhan Venezuela. Bantuan tersebut layaknya benteng pertahanan terakhir untuk rezim Maduro.
Bantuan Rusia menjadi investasi politik dengan strategi saling menguntungkan. Hubungan ini tampaknya akan semakin memanas di tahun 2026. (Inda)



