INTERNASIONAL

Nicolas Maduro Jalani Sidang Perdana di AS: Saya Tidak Bersalah, Saya Orang Baik

Mataram (NTBSatu) – Presiden Venezuela, Nicolas Maduro menjalani sidang perdana di pengadilan federal Manhattan, Amerika Serikat (AS) dengan menyampaikan pembelaan langsung atas seluruh dakwaan yang jaksa ajukan.

Sidang ini berlangsung setelah pasukan khusus Amerika Serikat menangkap Maduro, melalui operasi yang Presiden Donald Trump perintahkan dan memicu reaksi internasional.

Majelis hakim menggelar sidang pembacaan dakwaan secara singkat dan formal dengan durasi kurang dari 30 menit.

Hakim federal, Alvin Hellerstein meminta Maduro mengonfirmasi identitas serta memastikan pemahamannya atas seluruh dakwaan pidana. Proses singkat tersebut berbanding terbalik dengan dampak global yang muncul akibat operasi penangkapan itu.

IKLAN

Saat Maduro dan istrinya, Cilia Flores hadir pada ruang sidang Lower Manhattan, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengadakan rapat darurat tidak jauh dari lokasi pengadilan.

Dalam forum tersebut, berbagai negara menyampaikan kecaman keras terhadap tindakan Amerika Serikat yang mereka nilai sebagai “kejahatan agresi”.

Madura Tegaskan tak Bersalah

Nicolas Maduro menyampaikan pernyataan tegas langsung di hadapan hakim federal, Alvin Hellerstein. Ia menyebut, dirinya masih menjadi Presiden Venezuela dan tidak bersalah.

“Saya tidak bersalah, saya tidak bersalah. Saya adalah orang baik,” kata Maduro dalam bahasa Spanyol sambil beberapa kali menyela hakim, mengutip laporan The Guardian pada Selasa, 6 Januari 2026.

Saat memasuki ruang sidang, petugas keamanan membawa Maduro memasuki ruang sidang dengan belenggu pada pergelangan kaki tanpa borgol tangan. Ia menoleh ke arah bangku juri dan menyapa pengunjung sidang dengan ucapan “Happy new year!”, sebelum mengambil tempat duduk.

Jaksa federal menjerat Maduro dengan dakwaan konspirasi narkoterorisme, konspirasi impor kokain, serta kepemilikan senapan mesin dan perangkat peledak. Setiap dakwaan tersebut membawa ancaman hukuman maksimal penjara seumur hidup.

Semetara itu, istri Maduro, Cilia Flores juga menyampaikan pembelaan dan menyatakan dirinya sepenuhnya tidak bersalah.

Pengacara Maduro, Mark Donnelly menyebut, kliennya mengalami cedera serius saat penculikan dan membutuhkan pemeriksaan medis akibat memar parah pada tulang rusuk.

Sebagai informasi, otoritas Amerika Serikat pertama kali menjerat Maduro pada 2020 bersama 14 anggota lingkaran terdekatnya dalam kasus perdagangan narkoba berskala besar.

Pengacara Maduro, Barry Pollack belum mengajukan jaminan dan berencana menyampaikan mosi lanjutan terkait klaim penculikan melalui operasi militer. (*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button