INTERNASIONAL

Strategi Gila Trump, Kolombia Jadi Target Selanjutnya Setelah Venezuela

Mataram (NTBSatu) – Usai melumpuhkan Venezuela, Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump melancarkan aksinya melalui serangan “bom diplomatik” ke Bogotà, Ibu Kota Kolombia pada Minggu, 4 Januari 2026.

Trump dengan tegas melayangkan tuduhan pada Presiden Kolombia, Gustavo Petro sebagai bandar narkoba. Tudingan ini menjadi langkah awal Presiden AS melakukan aksinya.

Selain serangan verbal, Trump juga melakukan langkah paling berisiko dengan melakukan perombakan total pada peta intelijen di belahan Bumi Barat. Keputusan ini cukup berbahaya, mengingat Kolombia adalah sekutu lama AS.

Serangan pada Kolombia akibat ketidakpuasan Trump setelah melakukan intervensi pada Venezuela. Baginya, koridor pengiriman dari Kolombia yang tetap terbuka membuat serangannya tidak berarti apa-apa.

IKLAN

Ia juga menganggap serangan verbal berupa tuduhan bandar narkoba sebagai peringatan, sekaligus memutus bantuan militer yang AS berikan sebelumnya.

Gaya diplomasi ‘Bumi Hangus’ yang Trump lakukan bisa membuat kredibilitas pemimpin Kolombia menjadi pertanyaan. Sehingga, AS bisa kendali operasinya dengan alasan keamanan nasionalnya.

Dari pantauan di Al Jazeera, langkah yang Trump ambil bisa membangunkan kelompok oposisi Kolombia. Kemungkinan besar perang saudara baru bisa kembali terjadi.

Tanggapan Netizen

Pernyataan Trump tentang kartel narkoba mengutip dari The Guardian, langsung mendapat respon keras netizen. Warganet langsung memenuhi kolom komentar di Instagram @teamtrump dengan kemarahan.

“Ini fitnah keji! Anda menghancurkan hubungan negara kita hanya untuk konten!,” tulis akun @bog***.

“Ini benar-benar gila. Kolombia adalah sekutu terkuat AS di Amerika Selatan. Dengan satu unggahan Instagram, Trump baru saja menyerahkan kendali kawasan tersebut kepada pengaruh China dan Rusia. Diplomasi ‘bulldozer’ ini akan menjadi bencana bagi keamanan nasional kita sendiri,” akun @dip***.

“Presiden Trump, jangan jadikan negara kami sebagai bahan kampanye atau ‘playlist‘ malam minggu Anda. Tuduhan sembrono ini membahayakan ekonomi kami dan memicu kekacauan sipil. Kolombia bukan halaman belakang rumah Anda yang bisa diacak-acak sesuka hati!” tulis akun @san***.

Menghadapi tudingan tersebut, Presiden Kolombia langsung memberikan tanggapan, melalui akun resmi X @petrogustavo.

“Tuan Trump, hubungan antara negara-negara di Benua Amerika harus didasarkan pada rasa hormat, bukan pada ancaman rudal atau playlist media sosial. Teman tidak mengebom teman,” tulisnya yang NTBSatu kutip pada Rabu, 7 Januari 2026. (Inda)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button