BMKG Peringatkan NTB Waspada Gelombang Tinggi di Laut Selatan 7-8 Januari 2026
Mataram (NTBSatu) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini waspada gelombang tinggi di laut Selatan Provinsi NTB, pada 7-8 Januari 2026.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi (Stamet) ZAM menjelaskan, fenomena Prigee memicu peningkatan gelombang tinggi di perairan NTB.
“Hal ini disebabkan karena kecepatan angin yang cukup kencang di wilayah selatan NTB. Dan adanya fenomena fase Perigee (jarak terdekat bulan ke bumi). Yang berpotensi meningkatkan ketinggian air laut saat ini,” jelasnya kepada NTBSatu, Rabu, 7 Januari 2026.
Kondisi tersebut menyebabkan peningkatan gelombang tinggi hingga 2,5 meter di beberapa wilayah Selatan perairan NTB. Di antaranya: Selat Lombok bagian Selatan, Selat Alas bagian Selatan, Selat Sape bagian Selatan, dan Samudera Hindia Selatan NTB.
Oleh karena itu, Prakirawan BMKG Stamet ZAM, Agastya Ardha Chandra Dewi mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk selalu siaga. Terutama bagi nelayan yang beraktivitas dengan perahu nelayan, agar lebih berhati-hati terhadap kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter.
Kemudian untuk kapal tongkang, agar menghindari kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang 1,5 meter. Selanjutnya, pada kapal ferry waspadai kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter.
Lebih lanjut, untuk kapal berukuran besar seperti kapal kargo/ kapal pesiar agar lebih berhati-hati terhadap kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 4,0 meter.
Selain itu, ia juga memperingatkan kepada seluruh masyarakat untuk lebih waspada terhadap terjadinya gelombang tinggi. Khususnya bagi masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di sekitar area pesisir yang berpeluang terjadi gelombang tinggi. (Marwati)



