INTERNASIONAL

AS – Kolombia Memanas, Petro Siap “Angkat Senjata” Menyusul Tuduhan Trump

Jakarta (NTBSatu) – Presiden Kolombia, Gustavo Petro melontarkan kecaman keras terhadap Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump setelah dituding terlibat dalam perdagangan narkoba.

Petro bahkan menyatakan kesiapannya untuk kembali mengangkat senjata, apabila ancaman terhadap kedaulatan Kolombia terus berlanjut.

“Saya bersumpah untuk tidak menyentuh senjata lagi. Tetapi demi tanah air, saya akan mengangkat senjata lagi,” tulis Petro melalui media sosial X pribadinya, yang NTBSatu kutip Rabu, 7 Januari 2026.

Pernyataan itu mencerminkan memanasnya hubungan Kolombia dan AS, yang dalam beberapa hari terakhir meningkat secara tajam.

IKLAN

Ketegangan ini bermula setelah pasukan elite AS, Delta Force menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro dan istrinya, Sabtu, 3 Januari 2026.

Penangkapan tersebut, setelah AS melancarkan serangan mendadak ke ibu kota Venezuela dengan membombardir sejumlah target militer.

Washington mengklaim, operasi itu sebagai langkah untuk menggulingkan Maduro dan memberantas jaringan narkotika yang mengancam keamanan AS.

Sehari setelah operasi tersebut, Trump berbicara kepada wartawan di dalam pesawat kepresidenan Air Force One, Minggu, 4 Januari 2026.

Dalam pernyataannya, Trump juga melontarkan ancaman terhadap Kolombia. Ia menyebut, Kolombia sebagai negara yang “sangat sakit”. Serta, menuding negara itu dijalankan oleh orang-orang sakit yang suka membuat kokain dan menjualnya ke Amerika Serikat.

“Dia memiliki pabrik dan tempat produksi kokain dan tidak akan bisa terus melakukannya dalam waktu lama,” ujarnya, mengutip The Guardian.

Meski Kolombia merupakan produsen kokain terbesar di dunia, hingga kini tidak ada bukti yang menunjukkan Presiden Gustavo Petro terlibat dalam bisnis narkoba tersebut.

Sebagai informasi, hubungan antara Bogota dan Washington telah memburuk tajam sejak Trump kembali menjabat sebagai Presiden AS.

Amerika Serikat sebelumnya, mencabut visa Petro dan memberlakukan sanksi keuangan terhadap Petro beserta keluarganya. Serta, mencabut Kolombia dari daftar negara mitra dalam perang melawan narkoba.

Padahal, selama puluhan tahun Kolombia merupakan sekutu dekat AS dalam memerangi perdagangan narkotika dan kerap menerima dukungan politik dari kedua partai di Washington. (*)

Alan Ananami

Jurnalis NTBSatu

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button