Kota Mataram

Tiga Event Besar Siap Guncang Mataram di Tahun 2026

Mataram (NTBSatu) – Wajah pariwisata Kota Mataram di tahun 2026 diprediksi akan semakin berwarna.  Dinas Pariwisata Kota Mataram, saat ini tengah menggodok matang Calendar of Event (CoE) tahunan dengan mengandalkan tiga agenda besar sebagai magnet utama. 

“Kami tidak ingin sekadar membuat acara seremonial yang lewat begitu saja. Tahun 2026 adalah momentum bagi Mataram untuk membuktikan bahwa kita punya identitas kuat yang layak dijual secara nasional maupun internasional,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram, Cahya Samudra, Selasa, 6 Januari 2026.

Salah satu poin penting dalam kalender tahun depan adalah transformasi pagelaran Presean. Seni bela diri khas Sasak ini akan secara rutin berlangsung setiap Minggu ketiga di kawasan Pantai Loang Baloq.

“Selama ini kan Presean seringnya muncul di momen HUT Kota atau Agustus-an saja. Nah, untuk 2026, kami patenkan jadi agenda bulanan. Jadi, wisatawan yang datang di Minggu ketiga sudah tahu kalau di Loang Baloq ada tontonan adu ketangkasan pepadu. Ini komitmen kami menghidupkan ikon wisata yang sudah meraih penghargaan nasional tersebut,” jelasnya.

IKLAN

Kampung Kuliner Ramadan dan Festival Film Sangkareang

Selain atraksi budaya, Mataram juga akan mengandalkan Kampung Kuliner Ramadan dan Festival Film Sangkareang. Mengambil momentum bulan suci, festival kuliner ini akan berlangsung selama satu bulan penuh untuk memanjakan pecinta takjil dan masakan khas daerah. 

Sementara itu, khusus untuk festival film, Dinas Pariwisata Kota Mataram menjanjikan konsep yang jauh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

“Untuk Festival Film Sangkareang, kami sedang godok konsep barunya. Kami ingin festival ini menjadi wadah sineas lokal untuk bicara banyak tentang Mataram. Ada terobosan yang lebih segar, mungkin dari sisi lokasi screening atau kategori yang diperlombakan agar lebih relevan dengan tren anak muda sekarang,” tambahnya.

Selain event besar, dinas pariwisata juga menjalin kolaborasi erat dengan Dinas Pendidikan Kota Mataram melalui program “Sabtu Budaya”. 

Program ini akan melibatkan pelajar dari berbagai sekolah, untuk menampilkan pertunjukan seni di destinasi-destinasi wisata setiap hari Sabtu.

“Tujuannya adalah memberikan wadah ekspresi bagi anak didik, menjaga warisan budaya, sekaligus memberikan hiburan tambahan bagi para pengunjung di setiap destinasi wisata,” tambah Cahya. (*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button