Masuk Bursa Sekda NTB, Jamaluddin Bakal Poles Birokrasi-Optimalkan Pendapatan Daerah
Mataram (NTBSatu) – Nama Jamaluddin Malady, S.Sos., MT., masuk ke dalam salah satu dari 10 Calon Sekretaris Daerah (Sekda) NTB. Jamal -sapaan akrabnya- memiliki beberapa catatan hingga solusi untuk penataan birokrasi di daerah.
Menurutnya, penataan birokrasi harus berangkat dari penyatuan pandangan dari seluruh pihak. Mulai karyawan-karyawati, Aparatur Sipil Negara (ASN) hingga kepala OPD.
“Pejabat struktural dan fungsional harus mempunyai visi misi yang sama. Menjalankan visi misi Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal yaitu NTB Makmur Mendunia,” katanya kepada NTBSatu, Kamis, 1 Januari 2026.
Menurutnya, tidak ada birokrasi atau OPD yang berjalan sendiri. Seluruh pihak harus bergandeng tangan, bersinergi, dan bersama-sama melihat sumbatan di tatanan organ pemerintahan.
“Itu harus kita urai bersama dan harus dipecahkan bersama,” ucapnya.
Gubernur Iqbal memiliki tiga program prioritas. Yaitu, kemiskinan ekstrem, ketahanan pangan, dan destinasi pariwisata mendunia.
Untuk mewujudkan itu, NTB kini berhadapan dengan tantangan keuangan daerah. Terutama adanya pemangkasan anggaran dari pusat.
Menurutnya, dengan kondisi fiskal saat ini, Sekda harus bisa mengelaborasi pendapatan daerah di semua OPD. Juga membenahi tata kelola agar tidak terjadi kebocoran
“Begitu juga potensi dari SDA, tambang. Tambang ilegal. Contoh di Sumbawa baru satu yang bisa jalan. Nah ini sangat penting juga untuk pendapatan daerah, selain dari pajak bumi, bangunan, perhotelan, rumah makan, restoran, semuanya wajib,” beber Kepala Dinas Perdagangan NTB ini.
Jika terpilih menjadi Sekda NTB, Jamal mendorong semua OPD bergerak, bersinergi, kolaborasi, program visi misi gubernur.
Ia menegaskan, tata kelola birokrasi, keuangan, SDM, SDA, evaluasi kinerja, adalah aspek utama yang harus menjadi prioritas Pemprov NTB.
“Ini penting. Yang pasti, tata kelola birokrasi harus kita perbaiki. Supaya lebih sempurna. Dan tata kelola keuangan kita, kondisi fiskal perlu ada program prioritas diutamakan,” jelasnya. (*)



