Diskominfotik SumbawaSumbawa

Bupati Sumbawa dan Kemenpora Buka Kejuaraan Tarkam, Tingkatkan Sportivitas, Kebugaran, dan Permainan Tradisional

Sumbawa Besar (NTBSatu) – Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., bersama perwakilan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), secara resmi membuka Kejuaraan Antar Kampung (Tarma) Wilayah Timur di Kabupaten Sumbawa. Pembukaan ditandai dengan eksibisi permainan rakyat “Palentong”, pada Jumat, 28 November 2025.

Dalam sambutannya, Bupati Jarot menekankan, pentingnya Kejuaraan Tarkam sebagai ruang bagi generasi muda untuk memperluas persahabatan, menyalurkan bakat, dan menguatkan fisik.

Ia menekankan, kejuaraan ini bukan sekadar kompetisi tetapi ajang silaturahmi dan pembentukan karakter melalui permainan tradisional.

“Setiap kecamatan dan desa akan disiapkan lapangan bermain bagi anak-anak. Kita ingin menghidupkan kembali permainan tradisional seperti sepak bola plastik antar-RT,” ujarnya.

Bupati Jarot juga menegaskan nilai sportivitas dan kejujuran sebagai prinsip utama dalam Tarkam, lebih penting daripada sekadar menang atau kalah.

“Saya berharap program ini berkelanjutan dan melibatkan seluruh lapisan masyarakat Sumbawa,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Tim Tarkam Wilayah Timur dari Kemenpora, Dr. Yuslan menjelaskan, Tarkam merupakan program arahan presiden untuk menggulirkan pertandingan olahraga di tingkat kabupaten/kota. NTB mendapat alokasi khusus dengan dua titik pelaksanaan, yakni Sumbawa dan Lombok Timur.

Untuk Sumbawa, panitia mengusulkan permainan tradisional Palentong yang Kemenpora setujui dan akan menjadi pertandingan di Festival Olahraga Tradisional Tingkat Nasional.

“Kami menekankan tiga sasaran utama Tarkam, yakni meningkatkan partisipasi masyarakat dalam berolahraga, meningkatkan kebugaran, dan menggerakkan ekonomi melalui kegiatan UMKM yang mendampingi acara,” jelasnya.

Ia menambahkan, kebugaran masyarakat menjadi prioritas karena hasil Indeks Kebugaran Masyarakat menunjukkan hanya 19,7 persen warga tergolong bugar. Anak-anak usia sekolah banyak yang lebih memilih bermain handphone daripada bergerak.

Yuslan mendorong Tarkam menjadi wadah untuk partisipasi fisik anak-anak dan seluruh masyarakat, membantu mereka lebih sehat dan tangguh.

“Ajakan kami sederhana, ayo berolahraga bersama anak-anak, jangan biarkan mereka hanya di rumah. Dari kegiatan seperti ini, partisipasi dan kebugaran masyarakat bisa meningkat,” ujarnya. (*)

Berita Terkait

Back to top button