Mulai Padat dan Tak Tertata, Penataan Pasar Jadi Prioritas Pemkot Mataram Tahun 2026

Mataram (NTBSatu) – Penataan dan perbaikan sejumlah pasar tradisional di Kota Mataram akan menjadi prioritas dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2026.
Hal ini menyusul kondisi pasar yang semakin padat dan banyak fasilitas yang membutuhkan pembenahan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan Kota Mataram, Miftahurrahman mengatakan, usulan anggaran untuk penataan pasar sudah diajukan. Namun, keterbatasan anggaran membuat rencana tersebut belum bisa terealisasi pada tahun ini.
“Sudah kita usulkan, tapi belum ada anggaran untuk itu. Kemungkinan besar baru bisa masuk di APBD 2026,” jelasnya, Selasa, 19 Agustus 2025.
Menurutnya, ada beberapa pasar yang menjadi prioritas perbaikan. Di antaranya Pasar Karang Jasi yang membutuhkan perbaikan saluran air dan Pasar Dasan Agung yang juga memerlukan pembenahan.
“Untuk pemeliharaan saja, anggaran pasar itu hanya Rp20 juta. Tentu tidak cukup,” imbuhnya.
Selain soal perbaikan fisik, kondisi Pasar Kebon Roek juga menjadi perhatian. Pasar yang semakin padat membuat banyak pedagang berjualan di luar los pasar. Terutama di area pelataran. Kondisi ini memicu kemacetan dan kesemrawutan, meski area los pasar sebenarnya masih tersedia.
“Saya sudah berkoordinasi dengan kepala pasar untuk mengondisikan pedagang agar masuk ke dalam los. Namun, penataan memang perlu dilakukan secara bertahap,” ungkap Miftahurrahman.
Bertambahnya jumlah pedagang dan keterbatasan area parkir, memperparah kepadatan pasar yang ada di Kota Mataram.
Bahkan, rencana pemindahan sebagian pedagang Pasar Kebon Roek juga belum bisa terlaksana karena membutuhkan biaya besar.
Adapun pengajuan anggaran melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) juga mengalami efisiensi, sehingga belum bisa dieksekusi dalam waktu dekat.
Meski banyak tantangan, Miftahurrahman menyebut penataan pasar tetap menjadi agenda penting Pemkot Mataram.
Seluruh pasar yang membutuhkan perbaikan akan menjadi prioritas, terutama dalam perencanaan APBD 2026.
“Semua prioritas, cuma memang pedagang tambah banyak di sana dan area parkir tidak cukup. Maka, perlu penataan menyeluruh,” pungkasnya. (*)