Marak Fenomena Bendera One Piece, Wali Kota Mataram Imbau Warga Hormati Simbol Negara

Mataram (NTBSatu) – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia, Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana mengimbau masyarakat untuk menjaga penghormatan terhadap simbol-simbol negara, terutama bendera Merah Putih.
Mohan menyampaikan imbauan ini, menyusul fenomena pengibaran bendera bajak laut One Piece di bawah bendera Merah Putih di sejumlah daerah.
Meski belum terjadi di Mataram, Wali Kota menegaskan, pentingnya masyarakat tidak ikut larut dalam tindakan yang dapat menimbulkan polemik.
“Kalau ada (pengibaran bendera seperti itu), ya tinggal dicabut saja. Ini kan motifnya tidak jelas. Kalau kita tahu siapa yang bertanggung jawab, mungkin kita bisa pahami maksudnya,” ujar Mohan, Jumat, 8 Agustus 2025.
Ia juga mengingatkan, masyarakat Kota Mataram telah menunjukkan kesadaran tinggi dalam mengibarkan bendera Merah Putih setiap peringatan kemerdekaan.
Himbauan resmi untuk mengibarkan bendera sudah Pemkot keluarkan melalui surat edaran, berlaku sejak 1 Agustus hingga 31 Agustus, bertepatan dengan HUT RI dan HUT Kota Mataram.
“Tanpa himbauan pun banyak warga yang sudah memasang bendera. Karena kesadaran mereka memang sudah tinggi,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Mataram, Zarkasyi menegaskan, hingga saat ini pihaknya belum menemukan kasus pengibaran bendera non resmi tersebut.
“Di Mataram belum ada temuan pengibaran bendera One Piece. Meski ini fenomena nasional, tapi dari hasil pemantauan kami bersama Satpol PP dan Polres, sejauh ini belum ditemukan,” kata Zarkasyi.
Meski demikian, pihaknya tetap melakukan langkah antisipatif. Pemkot Mataram telah menginstruksikan seluruh Camat dan Lurah untuk meningkatkan pengawasan di wilayah masing-masing. Tujuannya agar jika ada temuan serupa, bisa segera ditindak.
“Kalau ditemukan, akan langsung kita cabut. Ini menjelang HUT RI, jangan sampai ada tindakan yang mencederai wibawa bendera nasional, apalagi disandingkan dengan simbol lain,” tegasnya. (*)