Lombok Barat

Bupati Lombok Barat Diduga “Semprot” Investor Marina Bay karena Disebut “Omon-omon”

Mataram (NTBSatu) – Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini, terlihat geram dalam sebuah video yang viral di media sosial belum lama ini. Ia melontarkan kritik keras, dugaannya mengarah kepada perwakilan investor proyek Marina Bay City Lombok.

Proyek bernilai fantastis itu semula disebut bakal mengubah wajah pesisir selatan Lombok menjadi kawasan metropolis bertaraf internasional.

“Kalau serius, ya serius. Kalau tidak, lebih baik kita hentikan saja. Saya bicara apa adanya, tidak usah bertele-tele. Maksud saya terlalu jauh gitu loh, mimpinya 125 hektar, tapi yang ada baru 1,7 hektar,” ujar LAZ dengan nada tegas dalam rekaman yang beredar, dikutip Minggu, 3 Agustus 2025.

Menurutnya, rencana pembangunan itu seharusnya memiliki dasar kepemilikan lahan yang jelas.

“Saya ingin yang konkret-konkret saja, supaya tidak terlalu banyak waktu terbuang. Apalagi banyak orang meluangkan waktunya untuk tidak bekerja hanya untuk mengikuti (rapat) ini,” tambahnya.

IKLAN

Marina Bay City Lombok sendiri menjadi sorotan karena mengusung konsep kota pintar (Smart City) dengan investasi mencapai USD6 miliar atau sekitar Rp97 triliun.

Investor proyek ini adalah dua pengusaha asal Australia, Jamie McIntyre dan Adrian Campbell. Mereka menjanjikan kawasan terpadu yang memadukan kemewahan ala Dubai dengan keindahan Bali dalam satu lokasi strategis.

Rencananya, kawasan ini lengkap dengan berbagai fasilitas premium. Seperti resort bintang lima, villa tepi pantai, rumah sakit swasta, dan pusat kesehatan modern. Kemudian, area digital nomad, marina eksklusif, hingga kompleks pendidikan internasional.

Target pasarnya mencakup ekspatriat, pebisnis global, hingga investor yang mendambakan gaya hidup kelas atas di wilayah tropis.

Namun, ambisi besar tersebut belakangan dipertanyakan setelah pemerintah daerah menemukan ketidaksesuaian klaim kepemilikan lahan. Banyak bidang tanah yang ternyata masih sengketa.

IKLAN

Hal inilah yang membuat Bupati Lombok Barat mempertanyakan keseriusan pihak investor dan menegaskan tidak ingin proyek hanya menjadi “omongan kosong”. (*)

Berita Terkait

Back to top button