Curhat Pilu Warganet Usai Gagal Tarik Uang Buat Operasi: Seperti Dibunuh Negara Sendiri

Mataram (NTBSatu) – Curhatan emosional dan pilu seorang wanita bernama Puput mengguncang media sosial, setelah mengungkapkan kesulitan menarik uang dari rekening bank miliknya. Kejadian itu tepat saat keluarganya membutuhkan biaya untuk operasi mendesak.
Melalui akun TikTok @puputtttvnla, ia membagikan kisah pilu yang langsung memantik simpati luas dari warganet.
Dalam video yang ia unggah pada Selasa, 29 Juli 2025, Puput memperlihatkan kegagalannya menarik dana di mesin ATM.
Layar mesin hanya menampilkan pesan “Transaksi Gagal, Saldo Tidak Mencukupi”, meskipun ia mengklaim saldonya mencukupi.
Ia menduga rekeningnya telah diblokir oleh PPATK tanpa pemberitahuan atau penjelasan resmi. Puput turut mengkritisi kebijakan pemerintah tersebut, yang ia nilai memberikan beban berat bagi masyarakat ekonomi lemah.
“PPATK meresahkan dan menyusahkan rakyat, tidak berpikir jangka panjang,” tulisnya dalam unggahan tersebut.
Ia menegaskan, dana di rekening sangat dibutuhkan untuk biaya operasi keluarganya, namun belum bisa dicairkan. “Bayangin keluarga lu mau operasi, duit ada di rekening semua tapi malah gak bisa ditarik,” tambahnya.
Ia menyebut tindakan seperti ini ibarat ‘dibunuh negara sendiri’ secara perlahan, karena menghalangi akses terhadap dana pribadi saat kondisi darurat.
“Definisi dibunuh oleh negara sendiri, daripada menahan uang rakyat mending situs judi online yang diblokir bukan rekening rakyat,” sarannya.
Unggahan tersebut langsung menyebar luas dan mengundang reaksi dari berbagai kalangan. Banyak warganet menyampaikan empati dan mengkritik kebijakan pemblokiran tersebut.
Tanggapan PPATK
Sebelum kisah Puput viral, PPATK memang tengah menjalankan kebijakan pemblokiran terhadap jutaan rekening dormant atau tidak aktif.
Kebijakan ini bertujuan mencegah penyalahgunaan rekening dalam tindak pidana, seperti pencucian uang, korupsi, hingga transaksi narkotika dan judi online. Namun, tingginya keluhan publik mendorong PPATK membuka kembali sebagian rekening tersebut.
Kepala Biro Humas Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Natsir Kongah menyatakan, masyarakat tidak perlu panik. Ia menegaskan seluruh dana dalam rekening tetap aman dan terjamin.
“Sudah puluhan juta rekening yang dihentikan telah dibuka oleh PPATK,” jelas Natsir melansir Kompas.com, Kamis, 31 Juli 2025
PPATK menekankan, pemblokiran ini hanya langkah pencegahan, kenyataan di lapangan menunjukkan adanya dampak besar terhadap masyarakat. Khususnya mereka yang tengah menghadapi kondisi kritis. (*)