Pemkot Mataram Targetkan PAD Rp1 Miliar dari Dua Destinasi Wisata

Mataram (NTBSatu) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram, menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata tembus lebih dari Rp1 miliar pada 2025.
Dua destinasi wisata andalan yang menjadi sumber utama target tersebut adalah Taman Loang Baloq di Kecamatan Sekarbela, dan kawasan Eks Pelabuhan Ampenan di Kecamatan Ampenan.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram, Cahya Samudra menyebutkan, dari jumlah tersebut, PAD Taman Loang Baloq ditetapkan sebesar Rp 600 juta. Sementara untuk eks Pelabuhan Ampenan, targetnya mendekati angka Rp 500 juta, meski masih dalam tahap usulan.
“Untuk eks Pelabuhan Ampenan masih kita ajukan ke BKD karena belum ditetapkan dalam Perda,” ujar Cahya, Rabu, 30 Juli 2025.
Saat ini, Taman Loang Baloq sudah resmi menjadi sumber PAD berdasarkan Peraturan Daerah, dengan skema retribusi tiket masuk dan sewa lapak. Sementara untuk eks Pelabuhan Ampenan, pendapatan hanya berasal dari penyewaan lapak karena belum tercantum dalam regulasi resmi.
Namun realisasi PAD dari Loang Baloq masih belum maksimal. Salah satu kendala utama adalah tingginya tunggakan sewa lapak oleh para pedagang.
“Banyak pedagang yang belum membayar sewa. Ini menghambat capaian PAD,” jelasnya.
Sebagai langkah tegas, Dinas Pariwisata Kota Mataram mulai mengambil tindakan terhadap pedagang yang menunggak dengan memberikan surat teguran. Jika tetap tidak mengindahkan, pihaknya akan mencabut lapak mereka dan mengalihkannya kepada pedagang lain yang lebih tertib.
“Kita ingin pedagang lebih bertanggung jawab. Sudah kita beri peringatan. Jika tidak ada respons, kita keluarkan dan ganti,” tegas Cahya.
Sementara itu untuk Pantai Ampenan, langkah penegakan aturan belum bisa diberlakukan sepenuhnya karena belum memiliki dasar hukum perda. Namun pihaknya tengah mendorong percepatan legalisasi, agar kawasan tersebut bisa menjadi sumber PAD resmi.
Optimalisasi dua kawasan wisata tersebut menjadi agenda prioritas tahun ini, baik dari sisi infrastruktur maupun tata kelola pengunjung dan pelaku usaha.
“Kami ingin PAD dari dua destinasi ini benar-benar maksimal, sambil terus meningkatkan kualitas layanan dan kenyamanan bagi wisatawan,” pungkasnya. (*)