Pemerintahan

Gandeng MUI, Pemerintah Luncurkan Rumah Subsidi untuk Guru Ngaji hingga Aktivis Islam

Jakarta (NTBSatu) – Pemerintah resmi meluncurkan program pembiayaan rumah subsidi dengan skema syariah khusus bagi da’i, guru ngaji, aktivis, dan pegawai ormas Islam.

Pelaksanaan program melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Kemudian, berkolaborasi dengan Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) dan PT Bank Tabungan Negawa (BTN) (Persero) Tbk.

Mengutip laman resmi Kementrian PKP, peluncuran program secara simbolis melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) oleh Menteri PKP, Maruar Siarit; Ketua Umum MUI, K.H. M. Anwar Iskandar; Komisioner BP, Tapera Heru Pudyo Nugroho; dan Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Sabtu, 26 Juli 2025.

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu menuturkan, program ini merupakan komitmen nyata dalam mendukung Program Perumahan Nasional Presiden Prabowo.

“Kami berharap para tokoh dan penggerak umat Islam di seluruh Indonesia dapat memiliki hunian layak dengan skema yang nyaman di hati,” ujar Nixon, dikutip Senin, 28 Juli 2025.

IKLAN

Adapun Menteri PKP, Maruarar Sirait mengungkapkan, tahun ini pemerintah mengalokasikan subsidi untuk 350 ribu unit rumah, terbanyak dalam sejarah. Dari jumlah itu, BTN menjadi kontributor terbesar dengan realisasi sebanyak 220 ribu unit.

“BTN paling serius dalam mendukung program perumahan rakyat,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pertimbangan MUI, Ma’ruf Amin mengapresiasi program ini sebagai bagian dari ibadah.

“Memberikan kemudahan untuk mendapatkan rumah adalah bagian dari perintah agama,” kata Ma’ruf.

Ketua Umum MUI, K.H. Anwar Iskandar menambahkan, program ini sangat bermanfaat bagi umat dan akan menjadi amal jariyah.

IKLAN

“Marilah kita sama-sama menanam sesuatu yang bermanfaat untuk generasi mendatang,” ucapnya.

Penyaluran Pembiayaan Perumahan Subsidi

Sementara dari sisi kinerja, BTN Syariah tercatat telah menyalurkan pembiayaan perumahan subsidi sebesar Rp28,5 triliun hingga Maret 2025. Capaian tersebut tumbuh 16,3 persen secara tahunan.

Secara total, penyaluran pembiayaan BTN Syariah mencapai Rp46,26 triliun, atau naik 18,2 persen year on year (yoy).

Hingga saat ini, tercatat sebanyak 1.975 guru ngaji di seluruh Indonesia telah melakukan akad KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk memiliki rumah subsidi.

Ketua Umum MUI, K.H. M Anwar Iskandar menyatakan, terima kasih atas dukungan Kementerian PKP dalam program rumah subsidi ini.

“Kami ucapkan terima kasih atas dukungan Kementerian PKP atas rumah subsidi bagi para guru ngaji ini. Semoga bisa segera ditindaklanjuti di lapangan, sehingga banyak guru ngaji yang bisa miliki rumah sendiri,” katanya. (*)

Alan Ananami

Jurnalis NTBSatu

Berita Terkait

Back to top button