Mataram (NTBSatu) – PT Yamaha Music Product Asia (YMPA), produsen alat musik ternama di Indonesia, akan menghentikan operasinya pada tahun 2025. Penutupan ini berdampak pada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap 1.100 karyawan.
Salah satu pabrik yang terdampak adalah pabrik di kawasan industri MM2100, Bekasi, Jawa Barat, yang akan resmi ditutup pada akhir Maret 2025.
Sebanyak 400 buruh di pabrik tersebut terkena PHK akibat keputusan perusahaan untuk memindahkan produksi ke China dan Jepang.
Melalui unggahan di akun TikTok @donizenisa pada Rabu, 26 Februari 2025, terlihat para karyawan PT Yamaha Music kompak menggelar farewell party atau perayaan perpisahan.
Pemutusan hubungan kerja oleh PT YMPA ini bukan tanpa alasan. Penutupan ini akibat penurunan permintaan, sehingga perusahaan mengalihkan produksi ke pabrik di China dan Jepang.
Relokasi ini menjadi sinyal ancaman PHK besar-besaran di Indonesia, khususnya di sektor manufaktur alat musik.
Keputusan relokasi tersebut juga menunjukkan tantangan bagi industri dalam negeri dalam mempertahankan daya saing global.
Sebagai informasi, Yamaha Musical Products Asia (YMPA) adalah perusahaan manufaktur yang fokus pada produksi berbagai alat musik digital, termasuk komponen piano. Sementara, pemasarannya di dalam negeri maupun di pasar internasional.
Nilai investasi untuk pendirian pabrik ini sebesar USD 43 juta. Pabrik YMPA berlokasi di Cikarang, Bekasi, dan mulai beroperasi pada Agustus 2018.
Fasilitas ini merupakan bagian dari jaringan produksi Yamaha di Indonesia, yang mencakup enam pabrik dengan spesialisasi berbeda. Salah satunya, Yamaha Musical Products Asia (YMPA) yang memproduksi komponen piano digital. (*)