Meski Terasa Dingin, Potensi Hujan Selama 10 ke Depan Sangat Kecil
Lombok Timur (NTBSatu) – Suhu udara yang terasa lebih dingin dari biasanya tengah terjadi di sebagian wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), terutama di Pulau Lombok.
Menurut data BMKG Stasiun Klimatologi NTB, aliran masa udara wilayah Indonesia bagian Selatan, termasuk NTB, sudah didominasi angin timuran.
Selain itu, sedang terjadi peralihan fenomena dari El Nino ke La Nina.
“Prediksi indeks ENSO akan beralih menuju La Nina mulai periode Juli-Agustus-September 2024,” kata Prakirawan BMKG Staklim NTB, Angga Permana, Kamis, 20 Juni 2024.
Sementara, pada dasarian III (21-30) Juni 2024, peluang hujan di NTB diprediksi sangat rendah.
“Potensi hujan >20mm/dasarian diprediksi berpeluang terjadi <10 persen di seluruh wilayah NTB,” ucap Angga.
Berita Terkini:
- Dinkes Sumbawa Prioritaskan Ambulans untuk Desa Terpencil
- HUT Ke-67 Kabupaten Sumbawa, PPNI RSUD Gelar Khitanan Massal Bagi Warga Kurang Mampu
- PT TUN Kabulkan Banding Imigrasi Mataram, Menang Kasus Deportasi Dua WN Amerika Serikat
- Isu Tambang Ilegal Seret Pariwisata NTB, Pemprov Bantah Sebabkan Wisatawan Batal Berkunjung
- KPK OTT Wali Kota Madiun dan Bupati Pati dalam Sehari
Sementara, potensi kekeringan meteorologis dengan level “Siaga” dialami sejumlah kecamatan di Kabupaten Lombok Barat, Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu, Kota Bima, dan Kabupaten Bima.
Pada musim kemarau ini, masyarakat diminta untuk menggunakan air secara bijak dan efisien.
Masyarakat juga perlu mewaspadai potensi terjadinya bencana kebakaran hutan dan lahan, serta kekeringan yang umumnya terjadi pada periode puncak musim kemarau.
“Masyarakat dapat memanfaatkan penampungan air seperti embung, waduk, atau penampungan air hujan lainnya guna mengantisipasi kekurangan air,” tutupnya. (MKR)



