Polwan Fafdhilatun yang Bakar Suami Hidup-hidup Alami Trauma
Lombok Timur (NTBSatu) – Penyesalan yang mendalam nampak dialami Briptu Fadhilatun Nikmah usai membakar suaminya, Briptu Rian Wicaksono, hingga tewas lantaran kesal.
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Dirmanto, mengatakan Fadhilatun ditetapkan sebagai tersangka setelah menjalani pemeriksaan Subdit 4 Renakta, Ditreskrimum Polda Jatim.
Polwan yang bertugas di SPKT Polres Mojokerto Kota itu kini mendekam di sel tahanan Mapolda Jatim.
Dirmanto menyebut, kematian suaminya itu nampak meninggalkan penyesalan yang mendalam bagi Fadhilatun. Ibu tiga anak itu mengalami trauma hingga harus didampingi psikiater.
“Kami libatkan psikiatri untuk menangani kasus ini, ini kami prihatin betul atas kejadian ini,” ucap Dirmanto, dikutip dari Detik, Selasa, 11 Juni 2024.
Menurut Dirmanto, kejadian fatal itu bermula ketika Briptu Rian kembali dari kantor pada Sabtu, 8 Juni 2024. Setelah itu, pertengkaran antara Rian dan istri di rumah dinas tersebut tak terhindarkan.
Berita Terkini:
- Narkoba Menyentuh Anak SD, DPRD Sumbawa Serukan Gerakan Bersama Lawan Peredaran
- Pemkab Lotim Bentuk Tiga Desk Selesaikan Persoalan Koperasi Merah Putih
- PON 2028 tak Pindah dari NTB, Hanya Ada Penyesuaian Skema
- Gubernur Iqbal Apresiasi Program Sumbawa Hijau Lestari dan Pastikan Perbaikan Jalan RSUD
- Gubernur NTB dan Bupati Sumbawa Turun Lapangan, Jalan Rusak Jadi Fokus Perbaikan
“Kemudian istrinya menyiramkan bensin di muka dan badan korban. Tidak jauh dari TKP, ada sumber api dan terpercik, akhirnya membakar yang bersangkutan,” tutur Dirmanto.
Dia mengungkap penganiayaan ini baru sekali dilakukan oleh Fadhilatun. Menurutnya, hal ini terjadi karena Fadhilatun sudah terlalu jengkel kepada Rian soal uang kebutuhan sehari-hari.
“Kejadian ini baru pertama kali, karena saking jengkelnya itu, karena si FN ini memiliki tiga anak yang masih kecil. Kan banyak-banyaknya membutuhkan biaya, nah kejengkelan itu yang akhirnya membuat FN khilaf,” ucap Dirmanto. (MKR)



