Mataram (NTBSatu) – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) NTB Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (APERSI) mendorong penambahan kuota rumah subsidi pada periode yang akan datang.
Ketua DPD APERSI NTB, Ismed Fathurahman Maulana mengatakan daya beli masyarakat terhadap hunian mengalami tren peningkatan dalam tiga tahun terakhir.
Namun yang menjadi kendala baru adalah terkait kuota rumah bersubsidi sebesar 166.000 unit pada tahun ini diprediksi bakal habis terserap pada triwulan III (Juli-September) 2024.
Diketahui angkanya mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya.
“Kuota untuk rumah subsidi kisaran 200 ribuan lebih pada tahun – tahun sebelumnya, terakhir tahun 2023 sebesar 220.000 unit,” ujarnya ditemui usai Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Perdana APERSI di Merumatta Hotel Senggigi, Rabu, 22 Mei 2024.
Ia menjelaskan, penetapan kuota tersebut merupakan ranah teknis yang ditetapkan oleh Kementerian PUPR bersama dengan Kementerian Keuangan.
“Dari pemaparan PUPR tadi, mereka terkendala dari sisi anggaran, tapi tetap kita dorong untuk memberikan tambahan subsidi,” tambahnya.
Berita Terkini:
- Ayah dan Anak di Gunungsari Kompak Edarkan Sabu-sabu
- Rumor Kembali ke Timnas Indonesia Hoaks, Ini Pekerjaan Shin Tae-yong Sekarang
- KFC Pancor Resmi Tutup Setelah 10 Tahun Beroperasi di Lombok Timur
- Ini Jalur untuk Hindari Kemacetan Lebaran Topat di Mataram, Mobil Pikap Dilarang Angkut Penumpang
- Harga Anjlok, Begini Nasib iPhone 13 Jelang Seri 16 Rilis
Hal tersebut bertujuan agar kebutuhan hunian masyarakat dapat terpenuhi, sekaligus merancang keberlanjutan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), guna menekan angka kekurangan rumah di NTB serta mengurangi rumah tidak layak huni.
Di tahun ini, masyarakat yang belum memiliki rumah bersubsidi akan diberikan subsidi uang muka sebesar Rp 4 juta. Selain itu, konsumen rumah subsidi juga diberikan suku bunga oleh negara flat sebesar 5 persen sampai angsuran akhir.
“Subsidi ini murni diberikan kepada konsumen. Untuk kami developer hanya mendapatkan impact besarnya konsumen jadi lebih banyak. Dari sisi bantuan kami hanya dibantu untuk Pendataan Prasarana, Sarana dan Utilitas Umum (PSU),” katanya.
“Upaya APERSI dalam memberikan kontribusi, melanjutkan, tidak bisa berjalan tanpa sinergi dan kolaborasi. Mulai sisi perizinan, pembiayaan, jaringan kelistrikan, hingga pertanahan,” tandasnya. (STA)