Pilkada Kota Mataram Tanpa Isu SARA
Mataram (NTBSatu) – Berbeda dengan daerah lain di Indonesia, Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kota Mataram terbilang sangat minim bahkan tanpa isu SARA.
Hal ini tidak terlepas dari kedewasaan dan toleransi masyarakat Kota Mataram dalam berpolitik.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Mataram, Zarkasyi, menjelaskan bahwa potensi gangguan keamanan saat kontestasi politik memang selalu ada.
Namun, di Kota Mataram, isu yang berkembang justru fokus pada pembangunan, bukan SARA, pribadi, dan lain sebagainya.
“Isu agama bukan jualan untuk politik di sini. Masyarakat kita sudah dewasa dan cerdas-cerdas,” tegas Zarkasyi.
Menurut Zarkasyi, masyarakat Kota Mataram adalah pemilih cerdas yang dapat memilih dan memilah informasi.
Mereka cenderung tidak terpengaruh oleh isu SARA yang dipolitisasi oleh para calon.
Hal ini berbeda dengan isu pembangunan yang justru menjadi pemantik para calon untuk mencari dan melahirkan inovasi di bidang pembangunan maupun pemberdayaan masyarakat.
Berita Terkini:
- Peringatan Keras Prabowo: Jangan Main-main Laporan Palsu dengan Saya
- Disnakertrans KSB Berharap Beasiswa UT School Serap Lulusan SMA Sederajat secara Maksimal
- Distribusi Ternak dari Bima Dipercepat: Rute Dipangkas, Kapal Ditambah
- Balita yang Hilang di Sembalun Ditemukan Meninggal Dunia di DAM
- Islamic Relief Indonesia Resmikan Kantor LAZNAS YRII NTB dan Salurkan 280 Paket Ramadan untuk Anak Yatim dan Dhuafa
Zarkasyi pun berharap agar Pilkada serentak tahun 2024 dapat berjalan aman dan lancar.
“Semoga masyarakat mampu menyalurkan hak politiknya dengan bijak dan tidak berlebihan dalam mendukung calon pilihannya,” harapnya.
Meskipun sangat minim isu SARA, sejumlah masyarakat Kota Mataram tetap mengkhawatirkan potensi munculnya politik uang dan black campaign selama masa kampanye.
Salah satu mahasiswa Universitas Mataram Yusril, berharap agar Bawaslu dan aparat penegak hukum dapat meningkatkan pengawasan dan penindakan terhadap pelanggaran pemilu.
“Semoga, para calon fokus pada program dan visi misi mereka, bukan pada isu SARA atau politik uang, agar Pilkada tahun ini dapat berjalan dengan aman, lancar, dan adil,” harapnya. (WIL)



