Pemkot Bima Kembali Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi
Mataram (NTBSatu) – Pemkot Bima kembali mengikuti Vicon Rapat Koordinasi (Rakor) Mingguan yang diselenggarakan Kemendagri, Rabu, 13 Maret 2024.
Rakor yang berlangsung di Ruang Rapat Wali Kota tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bima Drs. Mukhtar didampingi sejumlah Kepala OPD.
Inspektur Jenderal Kemendagri Komjen Pol Drs. Tomsi Tohir M.Si dalam sambutannya menyampaikan, pada Minggu pertama bulan Maret 2024, sejumlah daerah di Indonesia mengalami kenaikan IPH.
Daerah itu adalah Bone Bolango, Musi Rawas Utara, Minahasa, Bitung, Bolang Mongondow, Gorontalo utara, Buol, Pesisir Selatan, Lombok Timur, Aceh Barat daya.
Kemudian Bolang Mongondow, Lombok Tengah, Toraja Utara, Barito Utara, dan Muna Barat.
Berita Terkini:
- Pemprov NTB Tegaskan IPR Bukan Sekadar Izin, tapi Soal Lingkungan dan Keselamatan
- Lima Pemain Termahal Persib Bandung Januari 2026, Nilai Pasarnya Tembus Rp58 Miliar
- Mengenal SD Muhammadiyah Sapen, Sekolah di Yogyakarta dengan Antrean Pendaftaran hingga 2033
- SNBP 2026 Makin Dekat, Simak Lima Program Studi Favorit Unram 2025
“Saya berterima kasih kepada Kota dan Kabupaten yang mengalami penurunan IPH, semoga wawasan teman-teman lebih terbuka untuk memperhatikan pasokan atau distribusi yang lancar,” ucapnya.
Dia juga menyampaikan, ada tiga komoditas bahan pokok yang mengalami kenaikan yang cukup signifikan pada awal Maret Tahun 2024. Seperti komoditas beras di 271 kabupaten/kota, yelur ayam ras di 271 kabupaten/kota, daging ayam ras di 250 kabupaten/kota, dan cabai merah di 245 kabupaten/kota.
Kemudian, kepala daerah bersama seluruh unsur Forkopimda untuk bekerja sama dengan Perum Bulog agar berjalan dengan baik.
Irjen Mendagri berharap, laporan inflasi bulan berikutnya terus menurun. Karena itulah pentingnya berkolaborasi lintas sektor dan instansi untuk mengatasi tantangan inflasi yang dihadapi oleh masyarakat di seluruh daerah.
“Mari kita fokus dan bekerja sama untuk menangani inflasi ini, mudah-mudahan laporan selanjutnya tiap daerah mengalami penurunan IPH,” pungkasnya. (KHN/*)



