Sejumlah KPPS di Pulau Jawa dan Medan Meninggal Dunia, Diduga Akibat Kelelahan
Mataram (NTBSatu) – Sejumlah petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di beberapa daerah dilaporkan meninggal dunia.
Petugas tersebut diduga meninggal dunia karena kelelahan selama berlangsungnya Pemilihan Umum (Pemilu 2024).
Pantauan NTBSatu sementara, yang melaporkan adanya petugas KPPS telah di terjadi di Kabupaten Tangerang, Banten, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, serta Kota Madiun, Jawa Timur.
Seperti dilansir dari antaranews.com pada Kamis, 15 Februari 2024, Seorang petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Kabupaten Tangerang, Banten dilaporkan meninggal dunia, dan diduga akibat kelelahan saat melaksanakan tugas pada Pemilu 14 Februari 2024.
Informasi yang diperoleh di Tangerang, kamis bahwa petugas KPPS itu bernama Satriawan dengan usia sekitar (44), warga Pasar Kemis.
Berita Terkini:
- 566 Warga Binaan Lapas Sumbawa Dapat Remisi Idulfitri 1447 Hijriah
- 347 Narapidana Lapas IIB Selong Lombok Timur Terima Remisi Idulfitri 1447 H
- Salat Idulfitri di Lapangan Pahlawan, Jarot–Ansori Serukan Persatuan dan Refleksi Pembangunan Sumbawa
- Momen Idulfitri 1447 H, Bupati Paparkan Pemerataan Kartu KSB Maju dan Strategi Transformasi Ekonomi Pasca Tambang
Kepala Puskesmas Pasar Kemis dr Salwah, membenarkan kabar meninggalnya seorang petugas KPPS tersebut.
“Iya, betul. Ada petugas KPPS dilaporkan meninggal, dari informasi yang kami terima meninggal pada pukul 19.30 WIB,” katanya.
Kemudian, petugas KPPS lain yang meninggal dunia saat menjalankan tugas adalah Ketua KPPS di TPS 18 Desa/ Kecamatan Singojuruh, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur bernama Dul Hanan (50).
Ia meninggal saat perhitungan suara berlangsung pada pukul 16.00 WIB. Saat itu perhitungan suara untuk Capres dan Cawapres.
Selesai menghitung surat suara, Dul Hanan mengeluh pusing dan sesak napas. Ia meminta untuk diantarkan periksa ke puskesmas.



