Pemprov NTB Prioritaskan Kondisi Kesehatan KPU dan Petugas TPS
Mataram (NTBSatu) – Salah satu prioritas Pemprov NTB pada momentum Pemilu 2024 adalah kondisi kesehatan petugas Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan petugas Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Pj Gubernur NTB, Lalu Gita Ariadi yang ditemui wartawan pasca pencoblosan mengatakan, kondisi fisik para petugas menjadi hal utama pihaknya saat ini. Dia mengaku akan memantau bagaimana kondisi kesehatan baik petugas KPU hingga TPS.
“Kami khawatir kelelahan, dalam proses perhitungan, rekap dan lain-lain,” katanya di TPS 12 Lingkungan Karang Taruna, Kecamatan Mataram, Kota Mataram, Rabu, 14 Februari 2024.
Mantan Sekda NTB ini menyebut, Pemprov beberapa kali telah melaksanakan rapat bersama Kadis Kesehatan, Dirut RS Kota maupun Provinsi, dan pihak Puskesmas. Lalu Gita meminta mereka tetap siaga ketika para petugas membutuhkan pertolongan kesehatan.
“Kami sampaikan agar stand by ketika panita KPU sampai petugas TPS membutuhkan layanan kesehatan. Kita sudah tegaskan,” paparnya.
Berita Terkini:
- Hj. Suharni 73 Tahun: Menandur Keyakinan, Memanen Semangat Belajar Seumur Hidup
- Bermodal Limbah Alam dan Plastik, Produk UMKM Lombok Tengah Tembus Pasar Eropa dan Jepang
- Lulusan SMK Dominasi Angka Pengangguran, Disnakertrans NTB Akui Industri Belum Mampu Menyerap
- Pemprov NTB Tegaskan IPR Bukan Sekadar Izin, tapi Soal Lingkungan dan Keselamatan
Selepas dari lokasi pencoblosan, dirinya bersama Forkopimda akan memantau proses pemilihan di sejumlah TPS yang menjadi atensi. Seperti rumah sakit dan Lapas.
“Untuk kami pertanggung jawabkan semua berjalan dengan baik,” jelasnya.
Di lokasi pencoblosan, dia mengimbau masyarakat agar menggunakan hak politiknya. Lalu Gita juga turut mengingatkan jangan sampai ada perpecahan antar warga.
“Jangan sampai euforia berlebihan, menimbulkan hal yang tidak diinginkan,” ucapnya
“Mudahan mudahan aman hingga selesai pemilihan. Tetangga saling bantu, saling tolong,” sambung Lalu Gita
Dia meyakini bahwa kesadaran politik masyarakat NTB kian dewasa. Dengan begitu, tingkat partisipasi politik semakin baik. “Sehingga legitimasi dari hasil pesta demokrasi kian tinggi,” tutupnya. (KHN)



