Peserta Kampanye AMIN Dinilai Bukan Massa Bayaran, Anies: Warga NTB Tidak Bisa Dibeli Harga Dirinya
Mataram (NTBSatu) – Calon Presiden Anies Baswedan melakukan safari politiknya di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Selasa, 6 Februari 2024 tepatnya di lapangan Karang Pule Sekarbela.
Dalam orasinya, Anies menilai masyarakat NTB bukanlah massa yang mudah dibayar dengan uang. Pemilih NTB memilih berdasarkan hati nuraninya. Karena itulah, ia menyebut masyarakat NTB sebagai orang yang tidak bisa dibeli harga dirinya.
“Ini bukan jenis orang-orang berkumpul karena bayaran, ini bukan jenis orang yang mudah dibeli harga dirinya,” ujar Anies yang lantas disambut riuh para simpatisan.
Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 itu pun menganggap antusiasme masyarakat NTB yang demikian sebagai tanda makin kencangnya keinginan untuk perubahan.
Anies yang berpasangan dengan Muhaimin Iskandar (AMIN) juga optimis bahwa semangat dari NTB ini bisa menyebar ke seluruh Indonesia.
Berita Terkini:
- Tangan Guru di Papan Tulis dan Harapan dari Kandang Kuda
- Aktivis KontraS Andrie Yunus Diserang Air Keras, Alami Luka Bakar 24 Persen
- Bandara Lombok Siaga Hadapi Lonjakan Trafik Lebaran 2026, Pergerakan Pesawat Diproyeksikan Naik 28 Persen
- Aliansi Rakyat Menggugat Desak Kejati NTB Tetapkan 15 Anggota DPRD sebagai Tersangka Dugaan Gratifikasi
“Saya bersyukur bisa kembali ke NTB dan menemukan semangat yang luar biasa. Dari sini kita yakin, semangat perubahan akan menyebar ke seluruh Indonesia,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Anies pun mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga TPS pada 14 Februari mendatang. Ia mengajak agar seluruh lapisan terlibat dalam memastikan kelancaran Pemilu.
“Dan menemukan semangat perubahan di tempat ini. Kita ingin keluarga kita mendapatkan kemakmuran, karena kita harus melakukan perubahan,” terangnya.
“Kalau semangatnya seperti ini insya Allah dari NTB dikirimkan pesan perubahan dari seluruh Indonesia. Kita harus menjangkau seluruh masyarakat NTB. Yang datang-datang ke sini adalah orang yang menjaga kemuliaan Indonesia,” tandasnya. (ADH)



