Mataram (NTBSatu) – Cuaca buruk, seperti angin kencang dan gelombang tinggi terjadi di sejumlah wilayah pesisir NTB, belakangan ini.
Berdasarkan, prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (Stamet Zam), fenomena alam tersebut masih akan terjadi hingga seminggu ke depan.
Para nelayan pun diimbau untuk mewaspadai potensi tingginya gelombang di perairan NTB, akibat cuaca buruk ini. Serta, seluruh masyarakat diminta mewaspadai adanya potensi bencana hidrometeorologi.
“Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi, agar tetap selalu waspada. Selain itu, masyarakat diimbau untuk selalu meng-update peringatan dini cuaca dan prakiraan tinggi gelombang dari BMKG,” ungkap Prakirawan BMKG Stamet Zam, Aprilia Mustika Dewi kepada NTBSatu, Jumat, 2 Februari 2024.
Pihaknya juga memaparkan bagaimana prakiraan cuaca dalam seminggu ke depan di wilayah NTB.
Berita Terkini:
- Kabid SMK Bongkar Dugaan Keterlibatan Kadis Dikbud NTB Terkait OTT Proyek DAK
- Molor, Perbaikan Jalan Terong Tawah Lombok Barat Dimulai Maret
- Ekuitas Terpenuhi, Komisi III DPRD Lobi OJK Tahan SP3 PT Jamkrida NTB Syariah
- Gumpalan Buih Kembali Muncul di Teluk Bima
“Seminggu ke depan prakiraan cuaca masih berpotensi terjadinya hujan sedang hingga lebat, yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang. Terutama pada dua hari ke depan,” jelasnya.
Untuk gelombang di perairan NTB, lanjut Aprilia, dengan tinggi gelombang 0,5 hingga 1, 25 meter berpotensi terjadi di sejumlah wilayah. Mulai dari Selat Lombok bagian utara, Selat Alas bagian utara, perairan utara Sumbawa, dan Selat Sape bagian utara.
“Sedangkan tinggi gelombang 1,25 hingga 2,5 meter terpantau berpotensi terjadi di Selat Lombok bagian selatan, Selat Sape bagian selatan. Lalu, Selat Alas bagian selatan, dan Samudera Hindia bagian selatan,” tambahnya.
Aprilia turut menyampaikan informasi risiko tinggi yang akan berdampak terhadap keselamatan pelayaran. Di antaranya, bagi perahu nelayan perlu memperhatikan kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter.
“Kapal tongkang, kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter; kapal ferry, kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter; dan kapal ukuran besar seperti kapal kargo/kapal pesiar, kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4,0 meter,” tutupnya. (JEF)