Mataram (NTBSatu) – Debat perdana calon presiden (Capres) telah digelar pada Selasa malam, 12 Desember 2023 di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Meski debat telah berlalu dua hari, namun perbincangan soal setiap data maupun pernyataan Capres hingga kini masih jadi perbincangan publik.
Debat capres pertama itu diikuti oleh Anies Rasyid Baswedan, Prabowo Subianto, dan Ganjar Pranowo.
Ketiga capres adu gagasan dalam topik pemerintahan, hukum, hak asasi manusia, pemberantasan korupsi, penguatan demokrasi, peningkatan pelayanan publik, penanganan disinformasi dan kerukunan warga.
Dalam penyampaian Visi dan Misi beberapa data disampaikan oleh Capres untuk menguatkan argumentasi. Oleh karena itu, tim cek fakta NTBSatu mengupayakan untuk validasi terhadap data ataupun pernyataan yang disampaikan.
Berita Terkini:
- Menelusuri Jejak PMI Legal di Malaysia: Rindu Bekerja di Kampung Sendiri, Titip Pesan untuk Gubernur NTB Terpilih
- Dua Mahasiswa Ummat Borong Juara Kompetisi Canva Tingkat Nasional
- Kunker ke Surabaya, Komisi III DPRD NTB Nilai Perubahan Perda Penyertaan Modal Mendesak
- Diskursus Vol VI Overact Theatre, Menguak Sejarah Teater Kamar Indonesia
Berikut fakta yang ditemukan NTBSatu:
- Capres nomor urut 1 Anies Baswedan Capres Anies saat pemaparan visi misinya menyoroti kondisi penegakan hukum yang terjadi belakangan ini sudah bengkok.
Menurut Anies, penegakan hukum saat ini tidak adil karena tajam ke bawah tetapi tumpul ke atas.
Kemudian ia memberi contoh kasus kematian M. Harun Al Rasyid (15) dan Mega Suryani Dewi (24) yang tidak ada kejelasan.
Faktanya: M. Harun Al Rasyid (15) merupakan korban terbunuh dalam peristiwa yang dirilis Mei 2019. Anak kedua dari tiga bersaudara asal Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat itu meninggal dunia akibat tembakan peluru tajam yang mengenai dada sebelah kirinya.
Jasad Harun ditemui di gorong-gorong di Slipi, Jakarta Barat. Ayah Harun, Didin Wahyudin, sempat mengunjungi sejumlah pihak termasuk DPR untuk mencari keadilan. Sampai saat ini belum ada pelaku tak terduga yang diproses hukum hingga pengadilan.
Sementara kematian Mega Suryani Dewi (24) dilatarbelakangi oleh kasus Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT). Mega menjadi korban pembunuhan keji suaminya, Nando Kusuma Wardana (25), di Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, September 2023.
Mega sempat melaporkan kasus KDRT ke polisi namun tidak mendapat tanggapan. Polres Metro Bekasi membantah telah mengabaikan laporan KDRT yang diajukan oleh Mega. Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kompol Gogo Galesung menyatakan Mega tidak menghadiri panggilan permintaan keterangan setelah melakukan visum. Mega disebut telah kembali ke suaminya.