6 Desa di Lotim Gagal Panen Akibat Limbah Tambang, Apa Tindakan Pemda?
Mataram (NTBSatu) – Dugaan pembuangan limbah sembarangan oleh perusahaan tambang Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) di wilayah Mamben Baru, Lombok Timur mengancam sektor pertanian.
Bahkan, limbah yang terbuang di saluran irigasi itu membuat sebagian petani di enam desa gagal panen, yaitu Desa Tirtanadi, Desa Anggaraksa, Desa Bandok, Desa Tanak Gadang, dan Desa Tembeng Putik.
Nasib apes itu sudah dialami petani selama empat tahun terakhir.
Berita Terkini:
- Polisi Tahan Oknum Pimpinan Ponpes di Sukamulia Lotim Diduga Cabuli Santriwati
- Pemkot Mataram Perketat Aturan Selama Ramadan: Hiburan Malam Wajib Tutup Total, Awasi Perang Sarung
- Anggaran Perbaikan Ribuan RTLH di NTB Belum Dialokasikan Imbas SOTK Baru Pemprov
- Rancangan RKPD 2027 Kota Bima Tetapkan Tujuh Prioritas Pembangunan Daerah
“Sekitar empat tahun gagal panen begini. Tanah ditutup lumpur sama batu. Musim ini Rp40 juta tidak balik modal,” kata petani bawang di Tirtanadi, Muhdar, Rabu, 8 November 2023.
Berdasarkan pantauan langsung NTBSatu, lahan pertanian masyarakat tampak tertutup lumpur berwarna abu seperti semen. Tutupan lumpur itu pun cukup tebal dibarengi kerikil buangan tambang.
Akibatnya, tanaman sukar tumbuh dan menyebabkan penurunan hasil panen, bahkan gagal panen.
“Kalau sebelumnya panen banyak, normal. Tapi sekitar empat tahun terakhir, jadi hancur akibat limbah ini,” kesal Muhdar.



