Putus Asa Akibat Blokade Total Israel, Warga Gaza Terpaksa Jebol Gudang Bantuan PBB
Mataram (NTBSatu) – Otoritas Badan bantuan PBB mengatakan bahwa saat ini ribuan warga Gaza Palestina terlihat putus asa akibat blokade total dan pengeboman selama tiga pekan oleh Israel.
Ribuan warga itu terpaksa menjebol beberapa gudang bantuan PBB di Jalur Gaza, mengambil gandum, tepung dan barang-barang kebutuhan pokok lainnya.
Israel memblokade total wilayah Gaza, tanpa makanan, air, listrik setelah serangan Hamas ke Israel sejak 7 Oktober 2023 lalu. Pihak Israel hanya mengizinkan untuk pasokan kebutuhan dasar dan obat-obatan dengan jumlah terbatas.
Namun, kondisi itu membuat warga Gaza semakin sulit dan putus asa setiap jamnya.
Berita Terkini:
- 566 Warga Binaan Lapas Sumbawa Dapat Remisi Idulfitri 1447 Hijriah
- 347 Narapidana Lapas IIB Selong Lombok Timur Terima Remisi Idulfitri 1447 H
- Salat Idulfitri di Lapangan Pahlawan, Jarot–Ansori Serukan Persatuan dan Refleksi Pembangunan Sumbawa
- Momen Idulfitri 1447 H, Bupati Paparkan Pemerataan Kartu KSB Maju dan Strategi Transformasi Ekonomi Pasca Tambang
“Situasi di Gaza semakin hari semakin menyedihkan. Saya menyesalkan, alih-alih melakukan jeda kemanusiaan yang sangat dibutuhkan dan didukung oleh komunitas internasional, Israel malah meningkatkan operasi militernya,” kata Sekjen PBB Antonio Guterres hari Senin, 30 Oktober 2023 kemarin, dilansir dari Aljazeera.
Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan bahwa saat ini jumlah korban di warga Palestina sudah melebihi angka 8.000 jiwa. Korban jiwa tersebut didominasi oleh perempuan dan anak-anak.
Peperangan tersebut sangat terasa dampaknya kepada warga Gaza, bahkan mereka harus memaksa masuk ke gudang bantuan PBB.
Organisasi bantuan yang bertanggung jawab atas kebutuhan dasar di Gaza UNRWA mengatakan bahwa para pengungsi Palestina mencari perlindungan di sekolah-sekolah yang mereka kelola.



